Mbah Marijan Temui Sultan
Selasa, 13 Jun 2006 20:49 WIB
Yogyakarta - Juru kunci Gunung Merapi yang juga abdi dalem Kraton Yogyakarta, Raden Ngabehi Suraksohargo atau lebih dikenal Mbah Marijan, Selasa (13/6/2006) menghadap Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen.Sebelum pertemuan, keduanya sudah bertemu dan terlibat pembicaraan saat berlangsung acara "Musyawarah Rakyat Bantul" di Balai Desa Wonokromo Kecamatan Plered, Bantul, Selasa siang. Namun pertemuan resmi antara Sultan dan Mbah Marijan itu pada pukul 19.15 hingga 19.30 WIB. Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruangan di kediaman Sultan di Kraton Kilen komplek Kraton Yogyakarta itu berlangsung tertutup. Tidak ada yangtahu isi pembicaraan antara Sultan dengan juru kunci Merapi itu. Bahkan belasan warga Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Sleman yang turut mendampingi Mbah Marijan sejak siang hingga sore hari itu juga tidak diperkenankan masuk ikut bertemu. Mereka hanya menunggu di teras Kraton Kilen hingga pertemuan usai.Saat bertemu Mbah Marijan juga masih mengenakan pakaian adat Jawa "peranakan" warna biru tua, lengkap dengan kalung samir tanda abdi dalem kraton. Beberapaorang yang turut mendampingi juga berpakaian sama. Sebenarnya niat untuk menghadap Sultan itu setelah mengikuti acara dialog di Wonokromo Plered. Namun karena Sultan masih sibuk an banyak tamu yang menunggudi kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta. Setelah menunggu hampir 3,5 jam lamanya, Mbah Marijan baru dapat ditemui Sultan di kediamannyapada pukul 19.00 WIBUsai pertemuan, Mbah Marijan enggan mengungkapkan hasil pembicaraan dengan Sultan. Dengan singkat dan menggunakan Bahasa Jawa campuransimbah panggilan akrabnya mengatakan bila kedatangannya untuk melaporkan kepada Sultan mengenai kondisi terakhir Gunung Merapi yang sudah baik atausudah tidak mengeluarkan awan panas sebesar beberapa hari lalu."Namung nglaporaken, bilih Merapi keadanipun sampun sae. Sampun kados biasanipun malih. (Hanya melaporkan bila Merapi keadaannya sudah baik. Sudah seperti biasanya lagi-red)," jawab Mbah Marijan singkat.Ketika ditanya ada pembicaraan yang lain. Mbah Marijan hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. "Mboten wonten, (tidak ada-red)," katanya lagi.
(jon/)











































