ADVERTISEMENT

BPJAMSOSTEK Dukung Pembangunan Mal Pelayanan Publik

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 10:18 WIB
BPJAMSOSTEK
Foto: dok. BPJAMSOSTEK
Jakarta -

Pemerintah mempercepat penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya adalah dengan menggandeng sejumlah kementerian, lembaga, BUMN, dan Badan Hukum Publik untuk menyediakan layanan di MPP.

Sebanyak 17 instansi termasuk BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) pun sepakat untuk menandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Penyelenggaraan MPP ini pada Selasa (28/6) lalu.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan pihaknya akan berkolaborasi untuk membantu mempercepat pembangunan MPP terealisasi di seluruh penjuru Tanah Air.

"BPJAMSOSTEK merupakan salah satu bagian dari lembaga negara yang menyelenggarakan pelayanan publik, konsen kami sejalan dengan harapan pemerintah yakni menghadirkan pelayanan yang lebih lengkap, lebih mudah, lebih cepat," jelas Anggoro dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6/2022).

Anggoro menuturkan dengan adanya MPP di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, akan mempermudah pekerja mendapatkan informasi jaminan sosial ketenagakerjaan, mendaftar menjadi peserta hingga melakukan pengajuan klaim.

Hadir pada acara tersebut Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin beserta Menko Polhukam yang tengah ditugaskan sebagai Menteri PANRB ad interim Mahfud Md.

Dalam arahannya, Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah bertanggung jawab penuh dalam menyediakan pelayanan publik yang berkualitas kepada warga negara sejak kelahirannya sampai kematiannya.

"Pengurusan akta kelahiran, pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, pajak hingga surat kematian harus dapat diakses oleh masyarakat secara praktis dan sederhana," kata Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6/2022).

Ma'ruf menambahkan MPP diselenggarakan dalam rangka untuk membantu memperbaiki kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatkan investasi di daerah. Oleh karena itu, MPP seyogyanya segera terbangun di seluruh daerah di Indonesia.

"Pada 2024 kita telah mencanangkan 100% MPP sudah dibangun di seluruh Indonesia, selain target kuantitatif, kualitas MPP juga tidak boleh luput dari perhatian, MPP yang telah berjalan, harus terus dievaluasi efektifitasnya maupun kesiapannya untuk menjadi MPP digital," tuturnya.

Sementara itu, Mahfud Md menuturkan pelayanan publik melalui MPP mengalami peningkatan sejak awal kebijakan ini diadaptasi di Indonesia yakni tahun 2017 silam.

"Pada awal pelaksanaan kebijakan MPP ditetapkan 4 MPP percontohan, DKI, Batam Surabaya dan Banyuwangi. Penyelenggaraan pelayanan publik melalui MPP mengalami peningkatan, dengan jumlah MPP yang beroperasi hingga juni 2022 sebanyak 59 MPP, jika dilihat penyebarannya berdasarkan provinsi masih terdapat 11 provinsi yang masih belum memiliki MPP, jika dilihat dari sebaran kabupaten kota masih 449 kabupaten kota yg belum memiliki MPP," jelas Mahfud.

Ia meyakini pada tahun 2024, MPP yang beroperasi akan sesuai target yang dicanangkan oleh presiden dan wakil presiden yakni tersebar hingga seluruh wilayah kabupaten dan kota.

"Selanjutnya sebagaimana arahan presiden, pada tahun 2024 MPP sudah terbentuk di seluruh kabupaten kota. 56 kota akan meresmikan MPP pada tahun 2022 ini," ungkap Mahfud.

Simak juga 'Ini Syarat Pengajuan KPR dengan BPJS Ketenagakerjaan':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT