ADVERTISEMENT

Kolom Hikmah

Visi

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 08:02 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Visi merupakan suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Bisa dikatakan visi menjadi tujuan masa depan suatu organisasi atau lembaga. Atau merupakan kemampuan untuk mencapai sesuatu pada masa depan. Dengan visi, maka kita didorong untuk melakukan inovasi dan kreasi untuk meraih sesuatu yang belum dicapai.

Sesungguhnya peran terbesar seorang pemimpin adalah, menentukan visi dan tujuan serta untuk masa jauh ke depan. Oleh sebab itu, kepemimpinan menjadi penting karena bisa menggerakkan manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang pemimpin yang telah mempunyai visi yang baik, hendaknya memenuhi lima kriteria berikut ini :

Pertama, dapat menjelaskan gambaran masa depan dengan baik. Sesungguhnya yang menunjukkan baik tidaknya seseorang bukan apa yang dilakukan, namun apa yang dia cita-citakan di masa depan. Rasulullah Saw. Telah memberikan gambaran masa depan. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Nabi Saw. bersabda, " Agama ini akan sampai pada apa yang dicapai oleh malam dan siang ( maksudnya seluruh dunia ). Allah tidak akan melewatkan satu rumah pun di dusun ataupun di kota, kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan orang yang mulia dan kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang Allah muliakan dengan Islam dan kehinaan yang Allah hinakan dengan kekufuran."

Kedua, membaca masa depan. Sabda Rasulullah Saw. berkaitan dengan Malaikat penjaga gunung yang ingin menimpakan salah satu gunung kepada penduduk Tha'if. Beliau bersabda," Tidak! Saya berharap akan keluar dari tulang shulbi ( rusuk ) mereka, orang-orang yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan siapapun."

Seseorang pemimpin yang bisa membaca atau memperkirakan masa depan, in syaa Allah pemimpin tersebut akan unggul. Dia telah telah memperoleh hidayah dan bimbingan dari Allah Swt. jika ia pemimpin negeri, maka negeri didatangi kemakmuran, jika seorang pengusaha, maka bisnis yang dikelola akan cepat berkembang.

Ketiga, tujuan yang jelas. Sebelumnya kita simak firman Allah Swt. pada surah adz-Dzariyat ayat 56, " Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."

Sering kita dilenakan dengan panjangnya angan-angan yang membuat cinta dunia dan lupa akan tujuan penciptaannya. Di Barat, negeri yang dianggap membawa kemakmuran, membuat penduduknya masih bingung menentukan tujuan hidupnya. Agama telah menjauh dari kehidupan mereka, sehingga tujuan hidup mereka masih menggantung dan membingungkan. Bagi kaum muslimin tidak seharusnya memperoleh kesulitan dalam tujuan hidup, karena sudah jelas perintah-Nya yaitu beribadah kepada Allah Swt.

Keempat, produktif. Produktif adalah melakukan sesuatu dengan tepat dan sesuai tujuan.
Seseorang yang produktif bisa terlihat rileks karena pekerjaannya telah selesai tepat waktu, bukan sibuk sekali seperti tidak ada waktu. Produktif itu menyenangkan karena bisa membagi waktu untuk berpikir, bekerja, dan bersenang-senang. Kriteria keempat menjadi penting sekali karena berpengaruh terhadap cepat lambatnya capaian visi itu sendiri.

Kelima, sikap optimis dan sabar. Dikisahkan bahwa seorang petani tua sedang menanam sebuah pohon yang akan berbuah setelah bertahun-tahun. Intinya adalah petani tersebut tidak akan menikmati buahnya, namun petani tua tersebut bersikap optimis bahwa apa yang ditanam akan dinikmati generasi setelahnya. Dia sadar bahwa saat ini bisa menikmati buah dari tanaman yang sama atas jasa penanaman generasi sebelumnya. Sesungguhnya, ini laksana lilin penerang jalan. Daripada melaknat kegelapan beribu kali, lebih baik kita menyalakan lilin penerang jalan. Jika gelapnya krisis demikian mencekam ( pandemi disusul perang Rusia-Ukraina ), jerat-jeratnya banyak mengikat dan lorong-lorongnya makin menyempit, malam terasa panjang. Maka lilin kesabaran adalah pelindung dari kehancuran.

Penulis simpulkan bahwa tujuan hidup orang beriman adalah, mencapai ridha-Nya dan memperoleh surga. Semoga Allah Swt. berkehendak menurunkan pemimpin negeri ini yang bervisi mensejahterakan dan menumbuhkan rasa aman bagi penduduknya.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT