Rakyat Bantul Bukan Pengemis

Rakyat Bantul Bukan Pengemis

- detikNews
Selasa, 13 Jun 2006 17:20 WIB
Bantul - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, warga Bantul dan DIY lainnya yang tertimpa bencana bukanlah pengemis yang meminta-minta bantuan. Rakyat Bantul punya harga diri dan martabat. Oleh karena itu, Sultan meminta agar warga yang tertimpa bencana tidak terlalu mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah pusat. Namun kalau pun ada bantuan hendaknya bantuan pemerintah itu tidak memberatkan yang lain.Hal itu diungkapkan Sultan saat memulai dialog bertajuk "Musyawarah Rakyat Bantul" di halaman Balai Desa Wonokromo, Kecamatan Plered, Bantul, Selasa(13/6/2006)."Rakyat Bantul itu bukan pengemis atau mau mengemis-ngemis bantuan. Bantul bisa bangkit dan punya harga diri," katanya.Sultan mengatakan bila pemerintah ingin memberikan bantuan, tidak dengan embel-embel yang lain. Bila ingin memberikan bantuan hendaknya pemerintah memberikan secara tulus ikhlas. "Jangan memberikan bantuan dengan syarat ini dan itu," kata raja Kraton Yogyakarta itu.Dalam dialog selama lebih kurang 1,5 jam itu, Sultan mengatakan dirinya hadir bersama istri GKR Hemas dan anak sulungnya GKR Pembayun sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa bencana. Meski Sultan mengaku hadir bukan sebagai kapasitas sebagai raja kraton yang bergelar Hamengku Buwono."Saya ke sini secara spiritual juga membawa dua orang saksi, yakni juru kunci Parangtritis dan juru kunci Merapi. Ini juga sebagai personifikasi dan lambang bahwa kami juga hadir bersama istri dan anak. Dan kami tetap bersedia membangun Yogya lagi," katanya.Dalam kesempatan itu, dia juga bercerita bahwa Yogyakarta itu penuh nilai-nilai sejarah dan perjuangan dari para leluhur dalam mendirikan Mataramam. Dinasti Mataram Islam dulu mulai dibangun dari wilayah Plered mulai zaman Sultan Agung hingga Amangkurat. Sehingga sifat kejuangan para leluhurnya itu dapat dibangkitkan lagi dari Plered."Sifat-sifat seperti ini wajib kita lestarikan dalam suasana menderita ini dengan penuh rasa guyup rukun, gotong-royong dan harmoni. Kita harus mencoba dari yang runtuh ini untuk dapat ditegakkan dan bangkit lagi," demikian Sultan. (nrl/)


Berita Terkait