5 Wartawan Jakarta Jadi Korban Pemukulan di Kaltim

5 Wartawan Jakarta Jadi Korban Pemukulan di Kaltim

- detikNews
Selasa, 13 Jun 2006 17:06 WIB
Tenggarong - Lima wartawan dari media cetak dan elektronik menjadi korban pemukulan sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya. Peristiwa ini terjadi Selasa (13/6/2006) sekitar pukul 10.00 Wita di Jembatan Tenggarong, antara Samarinda-Tenggarong, Kalimantan Timur.Lima wartawan ini adalah Bambang SP (kameramen TVRI), Endang (reporter TVRI), Alek (Suara Pembaharuan), Imron (SCTV) dan Jasmin Jafar (Trans TV). Kelima wartawan ini berada di Kalimatan Timur atas undangan Gubernur Kaltim Suwarna AF.Rombongan wartawan ini berangkat dari Jakarta pada Senin 12 Juni dan dijadwalkan mengakhiri kunjungan Rabu 14 Juni. Kunjungan kelima wartawan untuk meliput persiapan PON di Kaltim.Salah seorang wartawan yang menjadi korban pemukulan, Alek, menuturkan Senin kemarin rombongan bertemu dengan Gubernur Kaltim dan melakukan wawancara. Saat itu mereka menanyakan kepergian Bupati Kutai Kertanegara Syaukani ke Swiss. Gubernur menjelaskan bahwa kepergian Syaukani tidak minta izin kepada dirinya.Keesokan harinya, atau hari ini, kelima wartawan ini hendak melakukan liputan ke Kutai Kertanegara, sekaligus untuk melakukan konfirmasi ke Syaukani. Sebelum sampai di tujuan, rombongan wartawan turun di Jembatan Tenggarong. Tiba-tiba muncul sekelompok orang menyerang. Mereka memukul, mendorong dan meminta agar para wartawan segera pulang ke Jakarta dan tidak usah ke Kutai Kertanegara."Saat pemukulan terjadi, kameramen TVRI sempat merekam si pelaku. Tapi Bambang dipukul beberapa kali, sehingga mengurungkan niat untuk merekam," ujar Alek.Karena takut diintimidasi, lima wartawan pulang sore ini pukul 17.00 Wita. Padahal acara undangan Gubenur Kaltim berakhir besok.Bupati Kutai Kertanegara Syaukani saat ditemui wartawan di Hotel Borobuudur, Jakarta, membantah mendalangi aksi pemukulan tersebut. Bahkan dirinya sama sekali belum mengetahui aksi pemukulan tersebut. "Kapan? Salah sendiri dipesan gubernur. Tapi kan bukan saya yang mukul. Masak saya langsung, saya kan di Jakarta. Saya baru dengar dari anda?" ujarnya. (jon/)


Berita Terkait