ADVERTISEMENT

Ambang Batas Pencapresan, Kebutuhan atau Kekangan?

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 15:13 WIB
Jakarta -

Ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen merupakan salah satu regulasi yang menuai perhatian publik menjelang Pemilu 2024. Salah satu suara vokal keluar dari mulut pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), Rocky Gerung, yang menginisiasi gerakan Liga Boikot Pemilu atau LBP sebagai bentuk protes.

"Kalau paham demokrasi nol-kan threshold, minta itu. Kalau kalian masih berusaha koalisi demi merebut tiket, itu artinya kalian nggak paham demokrasi. Kalau kalian nggak paham, saya akan pimpin gerakan untuk boikot pemilu, namanya LBP, Liga Boikot Pemilu," kata Rocky Gerung dalam acara Adu Perspektif dengan tajuk 'Pidato Megawati dan Gerilya Parpol Cari Koalisi' yang diadakan detikcom dan Total Politik, Kamis (23/6/2022).

Tak hanya Rocky, protes ambang batas pencalonan presiden juga disuarakan banyak pihak seperti Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, PKS, hingga organisasi sipil yang bergerak di bidang kepemiluan dan perpolitikan negara. Mereka memadukan suara guna menyuarakan dukungan terhadap penghapusan ambang batas tersebut.

Setidaknya terdapat tujuh permohonan uji materi terkait ambang batas pencalonan presiden di Mahkamah Konstitusi. Permohonan itu diajukan oleh perorangan warga negara hingga senator DPD. Alasannya, keberadaan ambang batas pencalonan presiden ini membatasi jumlah calon presiden dan berpotensi menimbulkan polarisasi bangsa akibat persaingan politik, bila saat pilpres nanti hanya terdapat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi.

Di lain pihak, PDIP, PKB dan Golkar yang memandang penting ambang batas pencalonan presiden. Namun PKB menilai ambang batas ideal capres ada di angka 15%, bukan 20%.

Adu Perspektif program kolaborasi detikcom dan Total Politik akan membahas pro-kontra ini dalam ruang diskusi terbuka dengan topik "Ambang Batas Pencapresan, Kebutuhan atau Kekangan?" Menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Hasan Nasbi, Andi Mallarangeng, Rocky Gerung, dan Rizal Ramli, saksikan secara langsung diskusi ini melalui YouTube serta web detikcom pada Rabu, 29 Juni 2022, pukul 20.00 WIB.

(edo/ids)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT