ADVERTISEMENT

Komisi VIII DPR Nilai Perlu Kajian Mendalam Embarkasi Haji Hanya di Aceh

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:56 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto (Rahel Narda/detikcom)
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (dok. detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menanggapi usulan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad soal embarkasi jemaah haji RI terpusat di Aceh. Menurut Yandri, perlu analisis mendalam terkait usul embarkasi haji terpusat di Aceh.

"Kita menghargai semua usul tentang perbaikan ibadah haji, termasuk perubahan embarkasi di Aceh dari Bang Dasco, tapi memang persoalan haji ini kan tidak hanya persoalan embarkasi, jadi banyak persoalan lain yang mesti dianalisis mendalam," kata Yandri kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Yandri mengatakan embarkasi yang ada saat ini sudah tepat. Dia mengakui pelayanan mutu asramalah yang harus ditingkatkan. Jika dipusatkan di Aceh, menurutnya, akan memakan waktu.

"Karena, kalau dikumpulkan di Aceh, ya tentu merepotkan juga jamaah haji dari Papua atau wilayah timur. Kalau terbang ke Aceh dari Papua sudah 5 jam, kenapa nggak langsung ke Saudi," dia menambahkan.

Yandri menyebut usulan Dasco sah-sah saja. Sekali lagi dia menegaskan perihal embarkasi haji terpusat di Aceh harus dikaji mendalam.

"Jadi oleh karena itu, boleh saja usul, tapi memang perlu dikaji lebih dalam. Tapi kalau menurut saya, alangkah baiknya kalau pelayanan haji itu tetap seperti embarkasi sekarang tapi asrama haji perlu ditingkatkan mutunya, kualitasnya. Sekarang memang sudah baik dibandingkan dengan tahun lalu," lanjut Yandri.

Yandri juga menyinggung sisi biaya jika embarkasi dipusatkan di Aceh. Meski penerbangan Aceh ke Saudi lebih murah, menurutnya, biaya yang dijatuhkan ke jemaah tidak jauh beda dengan embarkasi saat ini.

Yandri mengatakan harus ada pesawat tambahan dari wilayah domisili jemaah untuk transit ke Aceh.

"Kemudian kalau dari sisi biaya, kalau ditarik di Aceh, kira-kira nggak banyak bedanya karena tetap saja Aceh itu tetap ditambah ke pesawat, tetap ada persiapan asrama haji yang banyak kamarnya di Aceh. Jadi menurut saya, hampir sama saja berangkat dari embarkasi masing-masing sekarang ataupun dikumpulkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Waketum PAN ini menilai embarkasi yang ada saat ini tidak menyulitkan jemaah. Meski begitu, pihaknya tetap akan mengkaji semua usulan yang ada.

"Justru menurut saya jemah haji tidak terlalu repot, misal dari Jakarta cukup naik bus masuk asrama haji Pondok Gede, langsung terbang. Kalau ke Aceh kan nanti transit lagi, dari Jakarta tiga jam ke Aceh nginap lagi," ucapnya.

"Dari sisi teknis, menurut saya, lebih rumit. Tapi ini boleh saja sebagai usul Bang Dasco kita apresiasi, layak untuk dikaji, tapi pendapat saya seperti itu," lanjut Yandri.

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan Aceh menjadi satu-satunya embarkasi dalam memberangkatkan calon jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi pada tahun berikutnya. Dasco menyebut ada sejumlah alasan yang patut dipertimbangkan soal usulannya.

"Jarak tempuh hanya 6 jam (dari Aceh ke Arab Saudi), kemudian secara historis, kita semua kan tahu, Aceh itu dikenal dengan Serambi Mekah," kata Dasco dalam keterangan tertulis 'Sufmi Dasco Usul Aceh Serambi Mekah Jadi Satu-satunya Embarkasi', Rabu (29/6/2022).

Dasco menyebut usulan ini diharapkan dapat menekan biaya haji agar lebih efektif dan efisien. Dasco menyebut usulan ini, jika diterima, juga harus dibarengi dengan pelayanan maksimal.

"Sehingga, secara pembiayaan, tidak terlalu memberatkan bagi jemaah haji. Namun tetap dengan pelayanan yang berkualitas dan optimal," kata Dasco.

Simak juga 'BPKH Sebut Kenaikan BPIH Tak Dibebankan kepada Calon Jemaah Haji':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT