ADVERTISEMENT

Langgar Perda, Holywings Forest Bekasi Ditutup Sementara

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:41 WIB
Restoran Holywings Forest Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Restoran Holywings Forest Bekasi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Pemkot Bekasi melakukan sidak terhadap outlet Holywings Forest di kawasan Summarecon, Bekasi, buntut kasus promo minuman alkohol bagi 'Muhammad' dan 'Maria' di gerai Holywings Jakarta. Kini kegiatan di Holywings Forest dihentikan sementara.

"Hari ini kami hentikan kegiatannya," ujar Kasatpol PP Abi Hurairah kepada detikcom, Rabu (29/6/2022).

Hari ini Satpol PP Kota Bekasi menyambangi Holywings Forest di Jl Boulevard Timur Blok VA 20-21 pukul 08.00 WIB. Abi menjelaskan ada dua peraturan yang dilanggar Holywings Forest, yakni:

1) Peraturan Daerah Kota Bekasi No 15 Tahun 2020 tentang Adaptasi Tatanan Hidup Baru
2) Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 52.A tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko

"Pukul 08.40 WIB, selanjutnya setelah disampaikan perihal pelanggaran yang dilakukan, maka PPNS melakukan pemasangan stiker DIHENTIKAN terhadap tempat usaha Holywings Forest Bekasi," tutur Abi.

Dalam sejumlah foto yang diberikan Abi, tampak sejumlah stiker di jendela, pintu, dan pagar Holywings Forest. Salah satunya tertulis 'Pemberitahuan untuk sementara waktu kita tutup'.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bekasi memanggil manajer outlet Holywings di Bekasi. Pemanggilan itu untuk mengklarifikasi seputar promo minuman keras untuk 'Muhammad dan Maria'.

"Sudah, manajernya Bapak Yuli saya panggil, beliau minta maaf dengan kejadian ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Deded Kusmayadi ketika dihubungi, Selasa (28/6/2022).

Deded mengatakan Yuli dipanggil tadi siang pukul 11.00 WIB. Yuli, jelas Deded, mengatakan Holywings Bekasi tidak mempromosikan miras untuk 'Muhammad dan Maria'.

"Berdasarkan keterangannya, tidak semua Holywings mempromosikan hal itu, tetap saya sampaikan, namanya Holywings ya Holywings, Jakarta kan tidak semua ditutup tuh, di kita (Bekasi) saya nunggu keputusan pimpinan," jelas Deded.

(isa/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT