ADVERTISEMENT

Soroti MyPertamina, Anggota DPR Harap Ada Kartu Elektronik Beli Pertalite

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 05:53 WIB
Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium  dan RON 90 Pertalite sebagai upaya  mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Ilustrasi pertalite (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta -

Mulai 1 Juli nanti warga diwajibkan menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli Pertalite dan solar. Anggota Komisi VI DPR RI F-PDIP Deddy Yevri Sitorus mengusulkan Pertamina membuat kartu elektronik demi memfasilitasi masyarakat kurang mampu.

"Masalahnya memang ada pada masyarakat yang tidak memiliki akses pada sistem tersebut seperti masyarakat miskin dan daerah pedalaman. Menurut saya hal ini bisa dipecahkan dengan Pertamina membuat kartu semacam e-toll atau e-money," ujar Deddy kepada wartawan, Kamis (28/6/2022).

Deddy mengatakan kartu tersebut nantinya bisa digunakan di SPBU untuk membeli BBM bersubsidi dengan kuota yang telah ditentukan.

"Datanya bisa diambil dari Kemensos atau Pemerintah Daerah dan melalui proses penyaringan dan verifikasi oleh Kementerian ESDM," kata Deddy.

Agar proses ini dapat berjalan dengan baik, jelas Deddy, maka fundamentalnya adalah sumber data yang valid dan terverifikasi. Lalu penetapan penerima BBM bersubsidi juga harus realistis dan memperhatikan karakteristik masing-masing daerah. Sosialisi dan edukasi yang masif, tutur Deddy, sangat berpengaruh terhadap program ini.

"Saya sangat mendukung program ini agar tekanan terhadap keuangan negara berkurang dan pemerintah memiliki keleluasaan dan ruang fiskal yang lebih lebar untuk melakukan program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat berpenghasikan kecil, yang memiliki kebutuhan spesifik, baik untuk dapat hidup layak maupun untuk usaha atau kegiatan bersifat produktif," sambungnya.

MyPertamina

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga akan melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan solar bagi pengguna yang berhak tersebut, yakni pengguna itu sudah terdaftar di sistem MyPertamina.

Pengaturan dilakukan karena selama ini konsumen yang tidak berhak mengonsumsi Pertalite dan solar. Jika tidak diatur maka kuota yang telah ditetapkan tiap tahun akan jebol.

"Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokkan data pengguna," kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution dalam keterangannya, Senin (27/6).

Selain itu, pendaftaran tersedia di semua website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/.

Pengguna yang sudah mendaftarkan kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui e-mail yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan solar.

"Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital. Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan solar sehingga ke depannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi," lanjutnya.

Rencananya, uji coba awal dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 provinsi, antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Simak Video 'Beli Pertalite Wajib Pakai Aplikasi, Dasco: Perlu Sosialisasi Lebih Luas':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT