Sultan dan Mbah Marijan Hadiri Musyawarah Warga Bantul
Selasa, 13 Jun 2006 14:37 WIB
Bantul - Ribuan warga Bantul siang ini menggelar acara Musyawarah Warga Bantul, Bersatu Bangkit, di Balai Desa Wonokromo, Plered, Bantul. Acara ini selain dihadiri oleh toko-tokoh masyarakat Bantul, juga dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, juru kunci pantai selatan Mas Ngabehi Surakso Tarwono, dan juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan atau Mas Ngabehi Suraksohargo.Sultan hadir didampingi istrinya, GKR Hemas. Tampak juga Bupati Bantul Idham Samawi beserta istri, budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan M Sobari, pengasuh Ponpes Annur Ngrukem, Sewon Bantul KH Nawawi Abdul Aziz, dan tokoh NU Bantul KH Mabarun.Cak Nun dan M Sobari merupakan dua budayawan yang juga menjadi korban bencana gempa. Kang Sobari, demikian sebutan untuk mantan pemimpin LKBN Antara ini, merupakan warga Pundong Bantul. Rumah tempat kelahirannya termasuk yang rusak parah akibat gempa berkekuatan 5,9 SR pada 27 Mei lalu.Yang menarik dari pertemuan akbar ini, kehadiran dua juru kunci Gunung Merapi dan Parang Kusumo (laut selatan). Baik Mbah Marijan maupun Surakso Tarwono mengenakan busana pranakan abdi dalem keraton lengkap dengan blangkon dan keris di puggung. Mereka duduk persis di belakang Sultan HB X.Acara pertama diisi oleh Cak Nun yang mengajak warga untuk memanjatkan doa bersama dengan membaca surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, Al Alaq, dan Surat An Nas. Setelah itu, direncanakan acara utama adalah dialog warga Bantul.Sultan duduk lesehan di panggung dengan menggunakan busana batik, motif parang. Dia didampingi GKR Hemas yang duduk di samping kirinya. Ribuan warga Bantul yang ikut pertemuan juga duduk lesehan di halaman balai desa. Sementara balai desa Wonokromo roboh rata dengan tanah karena digoyang gempa.
(jon/)











































