ADVERTISEMENT

PAN Bocorkan Ada Partai Dilirik Bakal Gabung KIB

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 18:53 WIB
Bima Arya PAN (Karin Nur Secha/detikcom).
: Bima Arya PAN (Karin Nur Secha/detikcom).
Jakarta -

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, PAN, dan PPP terus menjaring jagoan dan memperkuat posisi jelang Pilpres 2024. Ketum DPP PAN Bima Arya mengatakan dalam waktu dekat ini PAN akan melakukan pertemuan dengan salah satu partai politik.

"Saya melihat ada kebutuhan dari KIB untuk memperkuat dengan berkomunikasi dengan partai lain. Ada partai yang dilirik untuk bergabung dengan KIB dan masih 50:50 akan bergabung atau tidak," ujar Bima Arya di Djournal House, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022).

Bima Arya belum mau membocorkan partai mana yang akan ditemui agar bergabung ke KIB. "Saya tidak bisa sebutkan partainya. Tapi ada partai yang dilirik untuk bergabung dengan KIB," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Waketum PPP Arsul Sani mengatakan KIB akan memprioritaskan penjajakan tokoh yang diusung capres di internal terlebih dahulu.

"KIB sedang istikharah sekarang untuk mengidentifikasi siapa, terutama dari internal KIB dulu ya, yang pantas untuk dicapreskan dan dicawapreskan," kata Arsul kepada wartawan, Senin (20/6).

Arsul mengatakan KIB tidak ingin terburu-buru menentukan tokoh capres. KIB ingin menyatukan visi dan misi agar arah koalisi ini melanjutkan program-program pemerintah yang berjalan saat ini.

"Kami juga tidak ingin kemudian, katakanlah, ada keterputusan, karena kalau ada keterputusan maka semua alokasi anggaran yang pernah diberikan menjadi kemungkinan akan tersia-siakan. Nah, itu yang saya kira kami di KIB tidak ingin ada seperti itu," katanya.

Untuk memantapkan arah koalisi, KIB akan meminta pendapat Presiden Jokowi untuk menentukan tokoh capres yang akan diusung. Meski begitu, Arsul menegaskan KIB punya mekanisme sendiri terkait penentuan capres.

"Saya kira sebagai sebuah realitas politik, semua yang turut menentukan dalam konfigurasi politik nasional kita itu pasti akan diajak bicara, tentu pemerintahan pada saat ini, Pak Jokowi, Pak Kiai Ma'ruf Amin sebagai wapres, tentu KIB akan turut mendengarkan. Tetapi, tentu KIB punya, sebagai partai politik, juga otonominya sendirilah," ujarnya.

(ain/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT