ADVERTISEMENT

Komisi VI DPR Sorot Syarat MyPertamina: Penerima Subsidi Tak Lancar Teknologi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 18:26 WIB
SPBU Tanah Abang jual Pertalite dengan harga Rp 6.450 per liter. Sejumlah pemotor pun antre di SPBU itu demi dapat membeli Pertalite seharga Premium itu.
Ilustrasi Pertalite (Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Pembelian Pertalite dan solar mesti melakukan pendaftaran akun di MyPertamina mulai 1 Juli 2022. Wakil Ketua Komisi VI DPR Sarmuji menyoroti kemampuan masyarakat penerima subsidi dalam berteknologi atas kebijakan tersebut.

Sarmuji mulanya mendukung kebijakan baru itu dalam rangka mengatasi kebocoran BBM bersubsidi. Ihwalnya, kata dia, pembelian BBM bersubsidi justru dibeli oleh masyarakat yang tak berhak.

"Pendaftaran ini sebenarnya bagus untuk mengatasi kebocoran BBM bersubsidi. Selama ini BBM bersubsidi ditengarai dipakai oleh mereka yang kaya yang sebenarnya tidak berhak," kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Sarmuji mengatakan program tersebut harus dipermudah bagi masyarakat penerima BBM bersubsidi. Dia mengatakan masyarakat penerima subsidi yang tak lancar dalam berteknologi bisa jadi problem berjalannya kebijakan tersebut.

"Hanya saja, program ini harus dipermudah dan disertai dengan bimbingan untuk bisa mendaftarkan diri. Problem utamanya orang yang berhak menerima subsidi biasanya tidak lancar berteknologi," kata politikus Golkar itu.

Sarmuji menilai kebijakan itu dapat menghemat keuangan negara. Menurutnya, tidak ada masalah apabila negara mengalokasikan anggaran untuk melakukan sosialisasi dan bimbingan kepada masyarakat terkait kebijakan baru itu.

"Ini program besar yang akan menghemat keuangan negara yang sangat besar. Saya pikir tidak mengapa mengalokasikan anggaran di awal untuk sosialisasi dan bimbingan," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga akan melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan solar bagi pengguna yang berhak tersebut, yakni pengguna itu sudah terdaftar di sistem MyPertamina.

Pengaturan dilakukan karena selama ini konsumen yang tidak berhak mengonsumsi Pertalite dan solar. Jika tidak diatur maka kuota yang telah ditetapkan tiap tahun akan jebol.

"Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokkan data pengguna," kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution dalam keterangannya, Senin (27/6).

Selain itu, pendaftaran tersedia di semua website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/.

Pengguna yang sudah mendaftarkan kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui e-mail yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan solar.

"Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital. Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan solar sehingga ke depannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi," lanjutnya.

Rencananya, uji coba awal dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 provinsi, antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

(fca/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT