Gaji Belum Dibayar, Karyawan PT DI Datangi Menneg BUMN
Selasa, 13 Jun 2006 13:24 WIB
Jakarta - 250 Orang dari Serikat Pekerja Forum Komunikasi Karyawan (SP FKK) PT Dirgantara Indonesia (DI) kembali mendatangi kantor Kementerian BUMN. Mereka menagih janji pembayaran pesangon dan gaji yang belum dibayar pihak direksi PT DI.Ratusan orang SP-FKK PT DI ini mendatangi kantor Kementerian BUMN di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2006) pukul 10.30 WIB. Mereka datang dengan menggunakan puluhan mobil kijang berplat nomor Bandung yang langsung diparkirkan di depan kantor tersebut.Sebagian besar peserta aksi demo mengenakan kaos berwana oranye dengan tulisan "SP FKK PT Dirgantara Indonesia". Mereka juga membawa poster dari karton dengan tulisan "Bayar Tunai Uang Kami!"Dalam aksinya, mereka berorasi yang intinya menuntut komitmen pemerintah dan pihak direksi PT DI untuk segera merealisasikan gaji mereka yang belum dibayar-bayar. Padahal, gaji itu harus segera dibayarkan berdasarkan sidang kabinet 28 Maret 2006 serta surat Menneg BUMN No S113/MBU/2006 per 28 Maret.Serta pertemuan perwakilan SP-FKK, direksi PT DI yang disaksikan Menneg BUMN. Dalam pertemuan itu disepakati pembayaran tunai dengan menggunakan dana talangan yang tersimpan dalam escrow account (rekening penampung) sebesar Rp 40 miliar."Kami akan terus melakukan aksi menuntut janji pemerintah sampai terealisasi," jelas Sekretaris Umum SP FKK PT DI, Dedi Supriyatna, yang ditemui di tengah-tengah aksi ini.Dedi mengancam, bila hingga hari ini pemerintah masih tidak komitmen, pihaknya akan menginap di kantor Kementerian BUMN. Bahkan ia akan menghadirkan 3.500 anggota SP FKK lainnya yang saat ini stand by di Bandung.Saat ini sekitar 12 perwakilan SP FKK sudah masuk ke dalam kantor Kementerian BUMN. Namun belum dipastikan siapa pejabat dari pemerintah yang akan menerima."Kami menuntut pemegang saham yang menerima kami, karena kami sudah tidak percaya dengan pihak direksi," tegas Dedi lagi.
(zal/)











































