Luncuran Wedhus Gembel Merapi Semakin Pendek

Luncuran Wedhus Gembel Merapi Semakin Pendek

- detikNews
Selasa, 13 Jun 2006 11:45 WIB
Yogyakarta - Sampai dengan Selasa (13/6/2006) ini, status Gunung Merapi masih dipertahankan dalam tingkatan Awas. Luncuran awan panas alias wedhus gembel yang mengarah ke hulu Kali Gendol semakin pendek. Namun jumlah luncuran yang mengarah ke selatan, sampai hari ini masih tinggi."Dibandingkan dengan hari sebelumnya, luncuran awan pada hari ini memang lebih pendek, dari 1,5 km menjadi 1.050 meter," kata Kepala Seksi Merapi Subandriyo di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Jl Cendana, Yogyakarta, Selasa (13/6/2006).Dia mengatakan, meski aktivitas Merapi baik frekuensi terjadinya awan panas dan kegempaan mengalami penurunan dalam tiga hari ini, status tetap dipertahankan Awas. Sebab potensi runtuhnya kubah baru 2006 masih mungkin terjadi karena masih labil. "Hasil rapat evaluasi Senin kemarin sudah dilaporkan ke Bandung di Direktorat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Mereka yang berhak menurunkan atau tetap mempertahankan status Merapi," katanya.Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang berjarak 5,5 km, cuaca di puncak Merapi sejak Senin (12/6/2006) pukul 22.00 hingga Selasa (13/6/2006) pukul 04.00 WIB tertutup kabut tebal. Namun suara guguran dan gemuruh batu berjatuhan terus terdengar mengarah ke hulu Kali Gendol. Guguran lava pijar dan awan panas sesekali terlihat meski samar-samar. Mulai pukul 04.30 WIB, cuaca di puncak mulai cerah sehingga asap sulfatara yang membubung tinggi hingga ketinggain 350 meter dan guguran lava pijar dapat terlihat dengan jelas. Luncuran awan panas yang muncul mulai pukul 05.30 hingga 08.30 ke arah selatan juga dapat terlihat dengan jarak berkisar 1 kilometer.Jarak luncuran hanya sampai di atas batas kawasan hutan vegetasi yang telah terbakar. Luncuran awan panas tidak menjangkau hingga hutan pinus yang berada di sebelah utara kawasan Kaliadem dan Kali Tengah Lor, Cangkringan, Sleman, seperti beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan laporan BPPTK mulai pukul 00.00-06.00 WIB dari Pos Kaliurang, Sleman, awan panas yang teramati sebanyak 3 kali dengan jarak luncur sekitar 1.050 meter ke arah Kali Gendol. Sedang berdasarkan data seismograf, awan panas tercatat 22 kali. Guguran lava pijar ke arah Kali Gendol sebanyak 73 kali. Sedang ke arah Kali Krasak sebanyak 65 kali dengan maksimal 3 km. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads