Gubernur Made Beratha: Playboy Kurang Cocok di Bali
Selasa, 13 Jun 2006 11:35 WIB
Denpasar - Setelah kalangan pemuka Hindu menolak Playboy, kini giliran Gubernur Dewa Made Beratha yang keberatan. Menurutnya, jangan mentang-mentang Bali menolak RUU APP, lalu Bali dinilai menerima pornografi.Berikut petikan wawancara wartawan dengan Made Beratha tentang Playboy usai sidang paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap laporan keuangan APBD Bali 2005 di DPRD Bali, Jalan Dr Kusumaatmadja, Denpasar, Selasa (12/6/2006):Pendapat terhadap majalah Playboy di Bali bagaimana?Saya terus terang, kurang cocok di Bali itu. Kita adalah masyarakat yang kental dengan budaya. Sedangkan Playboy itu kesannya porno. Jangan dihubungkan kita anti RUU Pornografi lalu dihubungkan kita menerima pornografi. Sudah tidak cocok itu.Mereka bilang Playboy tidak porno?Itu yang akan kita lihat. Memang sekarang tidak ada izin. Izin tidak ada, pemerintah tidak bisa membredel kayak dulu. Sekarang kan bebas. Itu yang kita pelajari, jangan merusak masyarakat Bali.Apakah Pemprov Bali akan menolak Playboy?Kalau ditolak, siapa yang izinkan? Tidak ada yang mengizinkan kan. Nah itu sedang kita pelajari bagaimana mekanismenya. Jangan kalau di Jakarta ditolak, dibawa ke sini. Repot itu.
(nrl/)











































