ADVERTISEMENT

Pimpinan Komisi IX DPR Nilai Indonesia Harus Mulai Kajian Ganja Medis

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 28 Jun 2022 06:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membuka Festival Cap Go Meh di Mal Seasons City, Jakarta Barat, Minggu (24/2/2019). Tak hanya membuka acara, Puan terlihat menyaksikan atraksi-atraksi di lokasi.
Charles Honoris (Rengga Sancaya/detikcom)

Ganja Medis Perlu Pengawasan dan Izin Ketat

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengatakan, bila ganja dibolehkan untuk medis, perlu pengawasan dan izin ketat.

"Boleh saja wacana ganja diizinkan akan untuk dipergunakan sebagai bahan membuat obat atau medis dan pengawasan serta izin yang ketat, di saat obat lain tidak manjur. Namun itu pun harus dalam pengawasan dan izin yang sangat ketat. Untuk wacana perlu dilakukan dan mengundang ahli-ahli yang kompeten lintas bidang," ujar Rahmad Handoyo saat dihubungi terpisah.

Meski begitu, ia meminta pemerintah tetap tidak melegalkan penanaman ganja. Dia menekankan penggunaan ganja hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis.

"Tapi Pemerintah RI tetap tidak boleh melegalkan penanaman, peredaran dan penggunaan ganja," tuturnya.

"Kalau penanaman, peredaran atau transaksi penjualan dan penggunaan dilegalkan, mengikuti tren dunia luar maka saya khawatir semua petani akan beralih menanam ganja karena nilai ekonominya sangat tinggi. Sehingga tidak ada lagi yang nyawah, nanam sayuran, nanam buah-buahan dan sebagainya," sambungnya.

Ibu Susanti surati MK, simak halaman selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT