ADVERTISEMENT

Urusan Benda Bersejarah di Bekasi Dipindah Tuai Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 20:35 WIB
Penampakan Benda Diduga dari Abad 17 di Pinggir Jalan Bekasi (Foto: Dok. Humas Pemkot Bekasi)
Benda diduga dari abad ke-17 di pinggir jalan Bekasi (Foto: dok. Humas Pemkot Bekasi)
Jakarta -

Proses pemindahan benda bersejarah yang ditemukan di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), menuai kritik. Benda yang diduga peninggalan abad ke-17 itu dipindahkan tanpa prosedur yang semestinya.

Adalah Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi Ali Anwar yang menyayangkan pemindahan benda bersejarah itu. "Apa yang dilakukan oleh Pak Plt (Pelaksana Tugas) kemarin sebagai kepala daerah itu tidak berbicara dulu sama saya selaku pimpinan cagar budaya Kota Bekasi," ungkap Ali ketika dihubungi pada Senin (27/6/2022).

"Kalau Pak Tri berbicara dulu dengan saya, saya akan meminta kepada Pak Tri itu jangan dibongkar dulu atau diangkut dulu," imbuh Ali.

Ali menuturkan pihaknya perlu melakukan penelitian terhadap benda itu. Usai diteliti, pihaknya harus mendiskusikan langkah selanjutnya yang dilakukan terhadap benda bersejarah tersebut.

"Itu harus diteliti dulu. Nah, setelah diteliti, baru kita kompromi bagaimana itu kira-kira," tutur Ali.

Ali melanjutkan, pemindahan benda bersejarah tersebut menyalahi aturan, di mana diduga melanggar UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Ali menegaskan pemindahan benda bersejarah itu harus di bawah koordinasi pihaknya.

"Kalau begitu menemukan langsung menggali atau memindahkan ke tempat lain, itu tidak sesuai dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Isinya Pasal 59 ayat 2 bunyinya pemindahan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat 1. Dilakukan dengan tata cara yang menjamin keutuhan dan keselamatan di bawah koordinasi tenaga ahli kelestarian. Jadi kata-kata 'di bawah koordinasi tenaga kelestarian' itu menunjukkan siapa? Itu adalah tim ahli cagar budaya," terang dia.

Jawaban Plt Walkot Bekasi

Menanggapi kritik Ali, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakui ada proses yang tidak tepat dalam pemindahan benda bersejarah diduga peninggalan abad ke-17 itu. Namun, menurutnya, benda itu dipindahkan agar bisa diselamatkan segera.

"Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa tata cara dan sebagainya (salah), kita akui itu, tapi yang penting adalah secara responsif segera cepat ini kita selamatkan dulu," ujar Tri kepada wartawan.

"Setelah selamat, kita kaji dulu yang bongkahan ini. Kalau oke, berarti kita lakukan hal yang sama tentunya dengan prosedur SOP yang harus kita lakukan," sambung dia.

Saat ini, kata Tri, batu-batu diduga benda bersejarah tersebut dipantau oleh pihak kecamatan dan kelurahan sekitar.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT