ADVERTISEMENT

Negara Rugi Rp 10 M di Kasus Penggelapan Pajak Samsat Kelapa Dua

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 18:43 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Serang -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah merampungkan audit penghitungan kerugian negara pada kasus penggelapan pajak di Samsat Kelapa Dua, Tangerang. Kerugian yang awalnya Rp 6 miliar, menurut pengakuan tersangka, akhirnya diperoleh hasil menjadi Rp 10 miliar.

"Iya, Rp 10 (miliar) lebih, kemarin Rp 6 (miliar)," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Leonard Eben Ezer Sumandjuntak kepada wartawan di Kabupaten Serang, Senin (27/6/2022).

Pihak Kejati Banten masih menyelidiki kasus tersebut. Asat-aset sedang ditelusuri untuk kemungkinan disita oleh Kejati Banten.

"Ini masih belum (penyitaan), masih jalan penyidikan, masih kita penelitian, kalau ada (aset) kita akan lakukan penyitaan terkait kasus," terangnya.

Penyidikan untuk berkas perkara pun katanya hampir rampung. Penyidik akan melakukan persiapan kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Tinggal persiapan untuk segera limpahkan ke pengadilan," katanya.

Diketahui, kasus korupsi dugaan penggelapan pajak di Samsat Kelapa Dua terjadi sepanjang Juni 2021 hingga Februari 2022. Kejati Banten sudah menetapkan empat tersangka atas kasus tersebut.

Tersangka adalah Zulfikar, Kasi Penagihan dan Penyetoran; Ahmad Prio, staf PNS bagian penetapan; M Bagja Ilham, honorer di bagian kasir; serta Budiono mantan pegawai dan pembuat aplikasi Samsat.

(bri/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT