ADVERTISEMENT

Cerita Panda Nababan soal Jokowi Tak Nyaman Tinggal di Istana Merdeka

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 16:49 WIB
Istana Merdeka Jakarta Pusat
Istana Merdeka, Jakarta (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Politikus senior PDIP Panda Nababan mengungkap alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tak lagi tinggal di Istana Kepresidenan, Jakarta. Panda mengatakan dinding Istana yang bisa berbicara menjadi salah satu penyebabnya.

Cerita perihal Jokowi yang kemudian memilih menetap di Istana Kepresidenan Bogor itu diungkap Panda melalui bukunya 'Panda Nababan Lahir Sebagai Petarung: Sebuah Otobiografi, Buku Dua: Dalam Pusaran Kekuasaan'. Cerita itu dirangkum dalam bab 'Dinding Istana Pun Bisa Bicara'.

Panda mengungkapkan Jokowi merupakan Presiden ketiga yang memilih tinggal di Istana Kepresidenan. Dua Presiden lainnya adalah Presiden ke-1 RI Sukarno dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Awalnya, setelah setahun menjadi Presiden, Jokowi memang memilih tinggal di Istana Merdeka, Jakarta, dan sesekali menginap di Istana Bogor. Namun, kemudian, Jokowi lebih memilih tinggal di Istana Bogor," kata Panda dalam bukunya, seperti dikutip detikcom, Senin (27/6/2022).

Panda pun mengaku penasaran mengapa Jokowi berubah pikiran memilih tinggal di Istana Bogor. Karena itu, dia pun kala itu bertanya langsung kepada Jokowi.

"Jokowi mengatakan kepada saya, dirinya merasa tidak nyaman dan aman tinggal di Istana Merdeka," ungkap Panda.

Apa alasan Jokowi? "Meja, kursi, pintu, dan dinding bisa bicara," demikian jawab Jokowi saat itu yang ditulis kembali oleh Panda.

Panda kembali bertanya kepada Jokowi, apa maksud dari pernyataannya tersebut. Jokowi, kata Panda, mengatakan bahwa "tidak ada pembicaraan yang bisa dirahasiakan. Semua pembicaraan dalam waktu yang singkat bocor".

Panda mengaku kaget kala itu. Dia lantas menceritakan ketidaknyamanan Jokowi ini kepada Mensesneg Pratikno, Andi Widjajanto (Sekretaris Kabinet saat itu), dan Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat itu menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Ketiganya mengaku tak pernah mendengar cerita itu dari Jokowi.

Tak berhenti di situ, Panda juga mencari informasi dari purnawirawan TNI yang pernah menjadi perwira intelijen. Politikus PDIP itu mengaku ingin menelisik lebih jauh alasan Jokowi. Dari sang purnawirawan, Panda mendapatkan informasi bahwa memang ada alat semacam proyektil yang bisa ditembakkan ke dinding suatu ruangan dan kemudian dinding itu merekam pembicaraan orang tersebut. Alat itu disebut bisa saja ditembakkan dari kawasan Istana, seperti Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Utara, hingga Jalan Veteran.

"Beda halnya dengan Abdurrahman Wahid. Dia justru memilih tinggal di Istana Merdeka selama menjadi presiden. Gus Dur tidak takut pembicaraan di Istana disadap. Bahkan, di masa itu, Gus Dur mengubah suasana Istana menjadi lebih 'kerakyatan'. Artinya, orang bisa masuk Istana dengan memakai sandal dan mengenakan kain sarung. Juga bebas merokok, sehingga gordin-gordin dan karpet pun bau asap rokok semuanya," tutur Panda.

Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)Foto: Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)

Seskab pernah ungkap alasan Jokowi lebih nyaman di Istana Bogor. Simak di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Momen Jokowi Sambut Bos WHO di Istana Merdeka

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT