ADVERTISEMENT

Kapolri Harap Rumah Kebangsaan Jadi Wadah Jaga Persatuan-Kesatuan Indonesia

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 14:59 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara launching Rumah Kebangsaan yang digagas oleh pemuda dan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus. Sigit mengapresiasi hadirnya Rumah Kebangsaan tersebut.

"Tentunya hari ini saya sangat mengapresiasi terkait dengan launching yang dilakukan oleh teman-teman pemuda dan mahasiswa tergabung dalam Cipayung Plus yang melakukan kegiatan untuk bersatu di dalam Rumah Kebangsaan," kata Sigit saat meresmikan Rumah Kebangsaan di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, seperti dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Sigit berharap Rumah Kebangsaan ini dapat dijadikan tempat bagi para pemuda dan mahasiswa Indonesia berdiskusi memecahkan masalah terkait isu-isu terkini. Rumah Kebangsaan juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk menggagas konsep untuk terus menjaga serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Dan juga hal-hal yang akan dihadapi ke depan utamanya terkait bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi persiapan kita menuju Indonesia Emas, menyiapkan kemampuan kewirausahaan, dan menyiapkan kemampuan kepemimpinan," ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Tak hanya itu, Sigit juga menginginkan konsep Rumah Kebangsaan ini tidak hanya dibentuk di tingkat nasional, tapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, menurut Sigit, semangat menjaga rasa persatuan dan kesatuan dapat digelorakan dan dilakukan oleh seluruh, pemuda, mahasiswa dan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Saya kira ini semua harus diglorifikasi, digerakkan, menjadi satu langkah, satu kekuatan, dari pusat ke daerah untuk bisa bersama-sama berjuang menjaga nilai besar, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan menghantarkan bangsa kita untuk wujudkan tujuan nasional menuju Indonesia Emas di tahun 2045. Dalam rangka meningkatkan serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tentunya ini menjadi cita-cita kita semua," ucap Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Polri)

Sigit mengatakan ide dan gagasan Rumah Kebangsaan ini sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Alasannya, kata Sigit, saat ini baik Indonesia maupun negara lainnya tengah menghadapi situasi ketidakpastian global.

Dengan adanya dinamika ketidakpastian global, lanjut Sigit, seluruh elemen bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, diperlukan sebuah strategi luar biasa untuk terus melestarikan nilai tersebut.

"Sehingga tentunya dibutuhkan suatu strategi khusus, cara khusus satu hal yang sifatnya extraordinary (luar biasa) dan ini yang kemudian tentu harus kita wujudkan," jelas eks Kapolda Banten itu.

Dalam hal ini, Sigit menyampaikan bukti konkret dari pentingnya peranan persatuan, kesatuan, sinergitas dan soliditas seluruh elemen bangsa Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengendalian pandemi COVID-19.

Sigit menyebut, kala seluruh negara dihadapkan pada situasi serbasulit akibat pandemi COVID-19, Indonesia dengan seluruh elemen bangsanya bersatu padu untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Mulai pemerintah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemuda, mahasiswa, hingga elemen masyarakat lainnya.

"Hampir dua tahun ini kita sama-sama berjuang hadapi pandemi COVID-19. Saat itu, pemuda, yang tergabung dalam Cipayung Plus, mahasiswa, bersama-sama untuk ikut turun langsung. Tidak hanya melaksanakan sosialisasi, tapi terjun, bahkan ikut melaksanakan kegiatan yang sifatnya mulai imbauan, sosialisasi tentang prokes, sampai melaksanakan kegiatan vaksinasi dan memberikan bantuan sosial terhadap masyarakat yang memang betul-betul terdampak karena pandemi," papar Sigit.

Dengan adanya persatuan dan kesatuan di kondisi tersebut, Sigit menegaskan, saat ini Indonesia telah mampu mengendalikan laju pertumbuhan COVID-19. Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya event nasional hingga internasional.

"Ini semua bisa kita lakukan karena persatuan kesatuan kita di dalam menghadapi situasi global. Apa hasilnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di angka 5 persen. Apakah 5 persen angka istimewa, 5 persen menjadi angka istimewa pada saat saya sampaikan bahwa kita berada di atas negara-negara maju yang ada di luar," ungkap Sigit.

"Rekan-rekan lihat, bagaimana kondisi negara maju, pertumbuhan perekonomiannya, 3 persen, Singapura 3,4, Amerika 3,6, dan Indonesia berada di 5,01 persen. Ini bisa terjadi karena kita semua bersatu pada saat tangani pandemi COVID-19," imbuh Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit PrabowoKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Polri)

Lebih lanjut, Sigit juga menyinggung terkait bonus demografi pada 2036 mendatang. Menurutnya, hal itu harus dikelola dengan baik agar dijadikan landasan Indonesia menuju negara yang maju.

Demi mewujudkan hal itu, Sigit menyebut pemerintah sedang berjuang untuk bisa lepas dari negara middle income trap. Dengan adanya hal itu, diharapkan Indonesia bisa meraih pendapatan sebesar 15.000 dolar per kapita.

Sigit juga mengingatkan pemuda untuk terus menjaga dan menguatkan nilai persatuan serta kesatuan. Selain pandemi COVID-19, saat ini terjadi konflik antara negara Rusia dan Ukraina. Hal itu juga dampaknya dirasakan oleh Indonesia dan negara lainnya.

"Alhamdulillah, di tengah situasi terdampak akibat krisis terjadi, bahkan kita tahu beberapa negara terancam gagal, Indonesia masih dalam posisi sekarang ini. Dan semua ini bisa terjadi karena kuncinya, kita mau bersatu," tutur Sigit.

(knv/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT