ADVERTISEMENT

Jl Pemuda Sawangan Ditutup untuk Umum Imbas Kerap Jadi Jalan Alternatif

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 14:36 WIB
Jalan Pemuda Sawangan Depok Ditutup
Jalan Pemuda, Sawangan, Depok, ditutup (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Jalan Pemuda, Sawangan, Depok, ditutup warga hampir dua pekan. Penutupan tersebut imbas dari banyaknya kendaraan roda empat yang melewati jalan alternatif.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (27/6/2022) pukul 12.00 WIB, Gang Pemuda masih dilintasi kendaraan roda dua. Terlihat banner yang dipasang di dekat portal bertuliskan 'Gang Pemuda adalah jalan lingkungan mulai tanggal 15 Juni 2022. Jalan ini ditutup untuk umum'.

Untuk diketahui, jalan itu semula dilalui kendaraan roda empat dan roda dua sebagai jalan alternatif. Jalan ini biasanya dilintasi pengendara dari arah Jalan Gang Jati menghindari kemacetan di Jalan Raya Muchtar.

Salah satu warga RT 01 RW 06, Enjum Supriatna, mengatakan Jalan Pemuda sudah ditutup sejak 15 Juni 2022. Warga sekitar disebut tak nyaman dengan kendaraan roda empat yang berlalu lalang.

"Kenapa ini jalan sampai ditutup karena kita orang pribumi mau nganter anak sekolah saja susah. Itu mobil terus-terusan begitu, kita mau nyebrang susah. Ditambah ini banyak anak-anak kecil, tahu sendiri anak kecil seperti itu. Mereka main, istilahnya kita sebagai orang tua ngeri," ungkap Enjum saat ditemui detikcom di lokasi, Senin (27/6/2022).

Jalan Pemuda Sawangan Depok DitutupJalan Pemuda, Sawangan, Depok, ditutup. (Dwi/detikcom)

Enjum mengatakan jalan di depan rumahnya kerap dijadikan alternatif menghindari kemacetan di Jalan Raya Muchtar. Namun, belakangan, kondisinya membeludak, yang membuat warga akhirnya menutup jalan itu.

"Bahkan pernah ada yang saling ribut di sini, mobil bentrok. Yang di sini mau masuk nggak mau ngalah, sementara dari sama (Gang Jalan Jati) maju terus. Untuk mencegah kayak gitu, kebijakan RT-RW, ditutup," paparnya.

Jalan Pemuda tak begitu luas, lebarnya hanya cukup satu badan mobil dikelilingi rumah warga. Enjum menyebut rumahnya bahkan terkena imbas dari kendaraan roda empat yang melintas.

"Contohnya rumah saya, mobil sering lewat, maka kegerus tuh lantai (depan). Karena mobil nggak cukup dua, kadang dipakai, saking jalannya kecil, mobilnya nggak cukup," ungkap dia.

"Pesan saya mah, supaya mobil tetap stabil, itu jalan yang di depan (Jalan Raya Muchtar) dilebarin, jadi mobil nggak ke alternatif," imbuhnya.

Warga lain, Jayadi (60), menyebut maraknya kendaraan yang melintas di Jalan Pemuda mungkin karena sudah banyaknya perumahan di wilayah Sawangan, ditambah sudah beroperasinya tol di sekitar Jalan Raya Sawangan.

Jayadi menyebut penutupan tersebut juga mendapat protes dari pengendara yang melintas. Diketahui, Jalan Pemuda sudah lama digunakan sebagai alternatif.

"Ada yang protes, ibu-ibu (waktu itu). 'Ini kan walaupun jalan lingkungan warga tradisional, ini kan dicor dari anggaran pemda'. Ada yang protes begitu, saya denger seperti itu," kata Jayadi.

"Pribumi mungkin merasa terganggu. Kalau saya pribadi, satu, kasihan, saya kan nggak bisa apa-apa. (Lihat kendaraan) sudah sampai sini putar balik lagi, apakah itu lihat Google Maps atau gimana, saya kurang paham," sambungnya.

Ia pun berharap ada solusi untuk warga sekitar dan pengendara yang melintas, terutama untuk mengurai kemacetan di Jalan utama, Jalan Raya Muchtar.

"Selama ini ada tol, orang lebih enak karena akses ada tol, nambah lagi, nambah lagi (kendaraan). Semakin ke sini semakin banyak, menghindari macet di sana (Raya Muchtar)," pungkasnya.

Lihat juga Video: Kisah Pendiri Institut Musisi Jalanan 'Memberontak' dan Cegat Presiden

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT