Komunis Tak Laku Lagi, Pemerintah Tak Perlu Khawatir
Selasa, 13 Jun 2006 08:15 WIB
Jakarta - Lagi-lagi isu komunis muncul ke permukaan. Pihak keamanan mensinyalir kaum komunis melakukan kegiatan yang terus meningkat seperti diskusi dan pertemuan-pertemuan. Apakah ini perlu diwaspadai?"Pemerintah tidak perlu khawatir. Komunis sudah tidak laku lagi, fenomena ini hanya gejala yang muncul ke permukaan, sumbernya adalah masalah ekonomi," kata pengamat politik Deny JA, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/6/2006).Menurutnya, pertemuan yang dilakukan oleh mereka yang disinyalir komunis hanyalah bagian dari perasaan senasib dan sepenanggungan. Apalagi yang diperjuangkan sekarang ini bukan lagi menegakan ideolgi komunis dalam suatu negara. Pertemuan yang dilakukan mereka pun hanya sebatas mengkritisi kebijakan pemerintah."Pemerintah harus bersikap bijak, jangan sampai ini menjadi kontraproduktif. Yang harus diawasi pemerintah justru ormas yang melakukan tindak pidana, kekerasan yang dilakukan tidak pada tempatnya," ungkap Deny.Deny menegaskan, gerakan komunis saat ini sudah tidak perlu menjadi sesuatu yang dicurigai, bahkan di negara asalnya paham ini sudah mulai ditinggalkan. "Komunis tidak akan sampai mengganti ideologi negara (pancasila)," ucapnya.Namun dia mengingatkan, pemerintah seharusnya fokus mengatasi persoalan ekonomi sebagai sumber dari berbagai permasalahan. Selain itu survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kalau 70 persen masayarakat tidak puas dengan keadaan ekonomi."Karena itu pemerintah jangan salah terapi. Sumbernya yang mesti dibasmi, selama ekonomi buruk, Islam kanan, komunis dan gerakan HAM juga akan muncul sebagai respon," tandasnya.Pada Senin 12 Juni di gedung DPR, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Syamsir Siregar mengatakan pertemuan gerakan komunis semakin meningkat, karena itu gerakan terselubung dan penuh kamuflase ini perlu diwaspadai.
(nvt/)











































