ADVERTISEMENT

Cerita Panda Nababan soal Pencopotan Gatot Nurmantyo dari Panglima TNI

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 11:57 WIB
Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)
Buku otobiografi Panda Nababan. (Marlinda/detikcom)

Dugaan Panda pun benar. Pada 8 Desember 2017, Gatot dicopot sebagai Panglima TNI meskipun baru akan pensiun pada 13 Maret 2018.

Seusai peristiwa itu, Panda mengaku langsung berburu informasi. Semula, Panda mengira ketidakharmonisan itu dilatarbelakangi pernyataan Gatot saat pemutaran film G30S/PKI. Namun, dari informasi yang didapat, menurut Panda pemicu ketidakharmonisan antara Jokowi dan Gatot adalah insiden di peringatan HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, pada 5 Oktober 2017.

Panda menuturkan, kala itu Jokowi harus berjalan kaki hingga dibonceng sepeda motor untuk sampai ke lokasi acara. Bahkan Ibu Negara Iriana Jokowi baru tiba di lokasi setelah acara selesai. Sebab, saat itu kemacetan luar biasa terjadi di jalanan menuju lokasi acara.

Saat Jokowi tiba di lokasi, Gatot disebut memohon maaf lantaran 'begitu banyak rakyat yang datang membludak, mereka sangat antusias dan mencintai TNI'. Panda mengatakan pernyataan Gatot itu dijawab Jokowi dengan senyum kecut.

"Rupanya, selepas acara tersebut, Jokowi memerintahkan orang dekatnya untuk menanyakan, apakah Kapolda Banten dan Korlantas Polri dilibatkan dalam mengamankan massa dan mengatur lalu lintas di acara tersebut. Ternyata, katanya, Kapolda Banten mengaku tidak dilibatkan. Begitupun dengan Korlantas Polri," tutur Panda dalam bukunya.

Menurut Panda, peristiwa itu mempunyai arti tersendiri bagi Jokowi. "Kau tidak menghormati aku di acaramu, kau pun tidak saya hormati pula di acaraku," ujar Panda mengira-ngira.


(mae/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT