ADVERTISEMENT

Demokrat: Kami Hormati Perbedaan, Bukan Sekadar Jualan Slogan Pancasila

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 18:40 WIB
Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra, di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).
Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) mengaku menghormati setiap perbedaan dan mengedepankan toleransi kepada semua parpol di Tanah Air. Demokrat juga mengaku bukan parpol yang hanya menjual slogan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Demokrat menghormati perbedaan dan mengedepankan toleransi, bukan sekadar jualan slogan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tapi malah mengekalkan polarisasi dan politik identitas demi efek elektoral semata, ataupun menakuti-nakuti kelompok tertentu agar mau mendukung pihaknya di pemilu, misalnya," kata Kepala Bakomstra Demorat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022).

Herzaky mengatakan Demokrat juga menghargai independensi, mekanisme internal, dan kebijakan partai lain, termasuk soal koalisi dan kerja sama dalam pemilu.

"Sikap Partai Demokrat sangat jelas. Seperti yang disampaikan Ketua Umum kami, AHY, dalam berbagai kesempatan, kalau Demokrat sangat menghargai kemandirian, independensi, mekanisme internal, dan pilihan dari setiap partai, dalam menentukan ingin berkoalisi atau bekerja sama dengan partai mana untuk Pilpres 2024," tuturnya.

Karena itu, Demokrat berharap parpol lain juga bersikap sama, yakni menghormati dan menghargai Demokrat dalam menentukan koalisi di Pemilu 2024. Partai berlambang mirip logo Mercy itu juga berharap tidak ada ancaman dalam upaya mereka membangun koalisi.

"Karena itu kami juga berharap independensi, kemandirian, mekanisme internal, dan pilihan kami dalam menentukan rekan koalisi atau kerja sama menuju 2024, dihormati dan dihargai pula," kata Herzaky.

"Kami harapkan, tidak ada upaya tekanan-tekanan, paksaan, bahkan ancaman-ancaman, semisal upaya kriminalisasi atau gangguan terhadap bisnis kader-kader kami, maupun upaya perampasan kepemimpinan terhadap partai kami ataupun calon rekan koalisi kami," imbuhnya.

Sebelumnya, terkait kerja sama membangun koalisi dengan Demokrat sempat disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Secara pribadi, Hasto menyebut PDIP tak mudah untuk bisa koalisi dengan Demokrat.

"Ya, koalisi ini harus melihat emosional bonding pendukung PDIP, begitu. Pendukung PDIP ini rakyat wong cilik yang tidak suka berbagai bentuk kamuflase politik, rakyat apa adanya, rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat sehingga aspek historis itu tetap dilakukan," kata Hasto di sela-sela Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/6).

"Kalau saya pribadi sebagai sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," sambung dia.

Tonton juga Video: Demokrat Sindir Partai yang Tutup Koalisi Dini: Kita Negara Demokratis

[Gambas:Video 20detik]




(zak/zak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT