ADVERTISEMENT

Asosiasi Komunikolog: Prabowo Lebih Cocok Jadi King Maker

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 14:58 WIB
Ilustrasi Bilik Suara
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Asosiasi Komunikolog Profesional berbicara tentang kans Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Kalangan akademisi itu menilai Prabowo cocok menjadi king maker.

"Prabowo itu memang cocoknya menjadi king maker saja. Sebagai king maker, beliau sudah sangat sukses. Jokowi bisa jadi presiden tidak lepas dari tangan dinginnya, ikut mengusung Jokowi jadi Gubernur Jakarta. Demikian juga, sebentar lagi Anies Baswedan berpotensi jadi presiden. Ini juga tak lepas dari tangan dingin Prabowo mengusungnya jadi gubernur di provinsi paling disorot media tersebut," kata komunikolog dari Universitas Negeri Jember, Mohammad Iqbal, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/6/2022).

Hal senada disampaikan oleh komunikolog Unair dan Pusat Kajian Komunikasi Surabaya, Suko Widodo. Suko berbicara soal peluang kemenangan Prabowo pada tahun politik 2024.

"Setiap calon pemimpin ada waktunya. Kesempatan Prabowo memang di tahun 2014 dan 2019. Sekarang kompetitornya anak-anak muda dengan prestasi memimpin provinsi. Peluang Prabowo semakin kecil," kata Suko.

Selain itu, komunikolog Salemba School, Effendi Gazali, menyampaikan soal perhitungan tren kemenangan Prabowo secara matematis. "Berapa persen angka diperoleh Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019? Tentu itu angka berdua, dan ada juga angka masing-masing. Tapi kenapa sekarang menjadi turun? Kemungkinan terbesar karena dianggap meninggalkan konstituen, walau tentu bisa juga ada kemungkinan tambahan peminat. Tapi secara objektif, memang tren-nya turun," kata Effendi.

Effendi melanjutkan memang masih ada waktu dan berbagai upaya untuk menaikkan daya tarik semua kandidat, termasuk Prabowo. "Namun koalisi yang digagas juga harusnya menambah peluang, bukan membuat peluang makin kecil," katanya.

Komunikolog Final Point, Iwel Sastra, menyinggung soal hasil survei tingkat kesukaan Prabowo. Sementara itu, komunikolog Pelita Harapan, Emrus Sihombing, mengungkit munculnya nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di survei-survei. "Bagi kalangan pemilih terbesar, kaum milenial, justru sekarang ada alternatif pilihan, jika ingin kombinasi sipil-militer. Dan Jenderal Andika tampaknya bisa ke mana saja. Ke NasDem bisa, ke PDI Perjuangan juga bisa," kata Emrus.

Lebih lanjut, komunikolog Universitas Hasanuddin, Hasrullah, mendorong Prabowo dapat mempertimbangkan calon dari kawasan Indonesia Timur apabila berperan sebagai king maker. "Ketika berperan sebagai king maker, semoga Prabowo mempertimbangkan calon dari kawasan Indonesia timur. Itu sudah merupakan captive-market untuk mendapatkan pemilih," katanya.

(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT