ADVERTISEMENT

FJPI Ungkap Tantangan Jurnalis Perempuan di Masa Pandemi COVID-19

Nahda Rizky Utami - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 19:13 WIB
Update Corona Hari Ini: Pecah Rekor Lagi-Persiapan Skenario Terburuk
Ilustrasi virus corona (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara Lia Anggia Nasution mengungkapkan hasil survei terkait kondisi jurnalis perempuan di masa pandemi COVID-19. Pada masa pandemi, jurnalis harus punya strategi untuk bertahan dan bangkit.

Survei itu disampaikan Lia Anggia dalam acara diskusi daring bertema Sharing Strategi dan Kondisi Jurnalis Perempuan di Masa Pandemi, Sabtu (25/6/2022). Anggia menyampaikan tujuan survei dilakukan salah satunya untuk mengetahui bagaimana dampak kondisi jurnalis perempuan selama pandemi COVID-19.

"Tujuan survei adalah bagaimana dampak kondisi jurnalis perempuan selama pandemi COVID-19, bagaimana strategi yang dilakukan jurnalis perempuan untuk bertahan dan bangkit dari pandemi baik dalam peran publik juga domestik," kata Anggia.

Anggia kemudian mengatakan pihak FJPI melakukan survei kepada 150 jurnalis perempuan yang berasal dari berbagai media. Para jurnalis itu juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia

"Responden dilakukan dengan teknik Lemeshow karena jumlah populasi jurnalis perempuan di Indonesia tidak diketahui pasti sehingga ditentukan jumlah minimal responden 150 dengan margin error 8 persen," jelas Anggia.

Dia mengatakan para jurnalis perempuan yang menjadi responden memiliki pengalaman 3-30 tahun dan rentang usianya 23-58 tahun.

Anggia menyampaikan dari hasil survei tersebut terbukti sebanyak 39 jurnalis perempuan mengaku mengalami keterbatasan ruang gerak dan 15 jurnalis perempuan mengaku harus beradaptasi dengan teknologi akibat pandemi COVID-19.

"Hasil survei dampak COVID-19 itu terdiri dari dampak aktivitas jurnalis 39 responden ruang gerak terbatas, 15 responden harus berdadaptasi dengan teknologi," ucap Anggia.

Sementara itu, 45 jurnalis perempuan mengaku kesulitan mengakses narasumber saat pandemi COVID-19. Anggia mengatakan ada rasa takut, baik dari jurnalis maupun narasumber saat ingin melakukan wawancara.

Lebih lanjut, Anggia menyebutkan sebanyak 9 jurnalis perempuan mengaku mengalami beban psikis saat bekerja di masa pandemi. Sedangkan 26 jurnalis perempuan mengaku kesulitan ekonomi saat pandemi COVID-19.

"(Sebanyak) 45 responden sulit mengakses narasumber, 9 responden mengalami beban psikis, 16 responden sulit observasi, 26 responden berdampak ekonomi," imbuh Anggia.

Simak juga 'Corona RI 25 Juni: Tambah 1.831 Kasus, 3 Kematian':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT