ADVERTISEMENT

Jemaah Haji Diimbau Tak Pakai Jasa Joki Pendorong Kursi Roda Ilegal

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2022 12:55 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali memastikan pelaksanaan operasional haji 1443H/2022M berjalan baik.
Foto: Dok. Kemenag
Jakarta -

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Ali memastikan pelaksanaan operasional haji 1443H/2022M berjalan baik. Meski sempat ada beberapa kendala, namun menurutnya masih bisa diatasi.

"Alhamdulillah, sampai hari ini Insyaallah pelaksanaan haji di Arab Saudi berjalan dengan baik, meski ada beberapa kendala tapi bisa diatasi dan teman-teman petugas haji Daker Makkah, Daker Madinah, dan Daker Bandara," terang Nizar dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/6/2022).

"Para petugas melaksanakan tugas dengan baik, memang ada beberapa hal tapi sifatnya administratif dan bisa diantisipasi, misal ada perbedaan nama antara paspor dengan visa, kemudian ada juga nama sama tapi nomor paspor di visa dan paspor beda," sambung Nizar.

Sekretaris Jenderal Kemenag ini menjelaskan pelaksanaan fast track juga sudah lebih baik. Jika dulu ada koper terpisah, maka sekarang tidak ada.

"Dulu terpisah suami istri bisa satu dengan lain sekarang tidak ada lagi, saya lihat ini ada perkembangan bagus dan perlu dipertahankan," terang Nizar.

Pihaknya juga terus melakukan evaluasi sebagai upaya mitigasi apabila ditemukan masalah. Di Makkah, menurut Nizar, pelaksanaan operasional haji juga berjalan baik. Hal ini mengingat jumlah jemaah yang turun, yakni hanya separuh kuota normal atau sekitar 220.000 jemaah.

"Semalam saya amati Masjidil Haram masih lancar orang tawaf, sa'i juga tidak ada kendala berarti, berjalan dengan baik, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan sampai selesainya operasional haji," tandasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1443H/2022M agar memberikan atensi pada sejumlah layanan agar jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.

"Ada beberapa peristiwa yang perlu mendapat atensi dari PPIH, pertama masalah joki pendorongan kursi roda karena aturan di Masjidil Haram tidak boleh ada orang yang di luar petugas khusus pendorong kursi roda," kata Nizar.

Nizar pun mengimbau jemaah agar tidak menggunakan jasa pendorong kursi roda tidak resmi di Masjidil Haram. Menurutnya, informasi tersebut perlu disampaikan kepada ketua rombongan setiap kloter saat mendarat di bandara menuju bus.

"Ketua rombongannya supaya diberi tahu agar anggota jemaahnya menghindari penggunaan jasa kursi roda tidak resmi, berkoordinasi dengan sektor khusus yang ada di Masjidil Haram untuk melanjutkan kepada para petugas yang ada di situ, mengkomunikasikan dan kemudian negosiasi harga jasa pendorong kursi roda agar bisa lebih murah," terang Nizar.

Selanjutnya, kata Nizar, penataan jalur (reroute) bus shalawat di Kawasan Mahbaz Jin agar jemaah tidak perlu menyeberang jalan untuk naik bus dari hotel ke Masjidil Haram, maupun sebaliknya saat kembali ke hotel.

"Perlu ada perubahan soal transportasi, karena terowongan yang ada di Mahbas Jin itu sedang perbaikan dan jemaah harus menyeberang jalan. Perlu adanya reroute ini perlu dikoordinasikan dengan perusahaan bus dan instansi terkait di Kota Makkah," kata Nizar.

"Hal-hal lain, seperti persiapan Arafah, Muzdalifah,dan Mina dan hal-hal lainnya perlu dibahas bersama. Dan alhamdulillah sudah ada tindak lanjutnya dalam hal ini," pungkasnya.

Simak juga 'Ahli Minta Jemaah Haji Tak Gunakan Alat Cukur Bergantian':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT