Buruh Bangunan Ikut Robohkan Rumah Korban Gempa

Buruh Bangunan Ikut Robohkan Rumah Korban Gempa

- detikNews
Senin, 12 Jun 2006 18:18 WIB
Yogyakarta - Ratusan buruh bangunan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ikut bergotong royong merobohkan rumah korban gempa di Kabupaten Bantul.Mereka dengan cekatan menyingkirkan puing-puing dan merobohkan tembok rumah warga yang ingin dirobohkan. Adanya bantuan relawan tersebut membuat pembersihan puing-puing rumah cepat selesai.Para kuli bangunan yang menjadi relawan itu antara lain dari Kabupaten Boyolali, Blora dan Purwodadi. Sedangkan dari Jawa Timur antara lain dari Kabupaten Ngawi, Kediri dan Tulungagung.Mereka datang secara sukarela dengan menggunakan truk maupun bus yang dikoordinasikan oleh masing-masing pemerintah kabupaten, ormas maupun parpol.Mereka biasanya menjadi buruh bangunan di kota-kota besar setiap musim kemarau atau pada saat tidak musim tanam di desa mereka. Namun sekarang ini, pekerjaan buruh bangunan musiman mereka tinggalkan sebentar. Mereka memilih menjadi relawan membantu yang tertimpa bencana.Para relawan bersama warga membersihkan reruntuhan secara manual menggunakan peralatan yang ada. Ratusan genting rumah yang masih tersisa dalam waktu kurang dari 1 jam sudah diturunkan secara berantai. Tembok rumah diruntuhkan dengan cara digempur menggunakan palu besar atau ditarik dengan tali tambang beramai-ramai hingga roboh."Kami sudah empat hari membantu warga merobohkan tembok dan membersihkan rumah-rumah yang ambruk," kata Jumakir (40) warga Kediri Jawa Timur kepada detikcom di Desa Srimartani Piyungan Bantul, Senin (12/6/2006).Saat datang pada hari Kamis lalu, kata Jumakir, lima kelompok masing-masing terdiri 10 orang itu langsung diterjunkan di wilayah Kecamatan Prambanan Klaten, Sri Martani Piyungan dan Jambidan Banguntapan Bantul. Mereka langsung membantu warga menurunkan genting, membongkar kerangka atap rumah atau merobohkan tembok.Sebelum melakukan pekerjaan, mereka terlebih dulu menanyakan kepada warga apakah hendak dirobohkan langsung atau dibongkar dan dibersihkan saja. "Kami juga membawa peralatan sendiri seperti tali tambang, cangkul, sekop, gergaji dan palu besar. Untuk membongkar rumah juga sudah jadi pekerjaan kami sehingga cepat selesai," katanya.Dia menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum selama satu minggu itu, para relawan membawa perbekalan sendiri sehingga tidak merepotkan warga. Untuk makan dan minum sudah dicukupi oleh koordinator masing-masing kelompok. Jatah makan maupun minum langsung didrop ditempat gotong royong. Namun ada pula warga yang tetap menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya kepada para relawan karena merasa terbantu.Sementara itu, menurut warga Sarono (60) warga Srimartani Piyungan mengungkapkan, kehadiran relawan dari luar daerah maupun TNI dan Polri sangat membantu warga untuk membersihkan puing rumah. Bila mengandalkan gotong-royong dari warga sekitar sudah tidak mungkin, sebab banyak rumah warga yang ikut rusak."Sudah behari-hari kami membersihkan sendiri tak selesai-selesai. Bila ada bantuan relawan, genting bisa diturunkan dengan cepat. Tembok dan kayu juga cepat terbongkar," katanya.Menurut dia, dari bangunan yang tersisa seperti kayu kerangka rumah dan genting saat ini masih tersisa dikumpulkan karena akan dipakai lagi saat membangun rumah. Sedangkan batu-bata dari tembok yang runtuh juga akan diambil yang masih utuh. "Kami nggak tahu kapan akan membangun rumah lagi dengan bahan yang masih ada ini. Minimal sudah ada sedikit bahan yang dapat dipakai lagi," katanya. (sss/)


Berita Terkait