Sejak Kecil Bagus Jejak Petualang Dwi Memang Gemar Adventur

Sejak Kecil Bagus Jejak Petualang Dwi Memang Gemar Adventur

- detikNews
Senin, 12 Jun 2006 17:34 WIB
Solo - Bagus Dwi, kameramen Jejak Petualang TV7 yang belum diketahui rimbanya hingga kini, sejak kecil cinta mati pada dunia traveling. Karena itu Bagus mengaku sangat cocok bergabung di program Jejak Petualang TV7.Di ruang tamu rumah orangtua Bagus di Jalan Lawu No 1, Manahan, Solo, yang tidak seberapa besar, didominasi hiasan benda-benda khas berbagai suku di Indonesia. Menurut Ny Tri Sarah, ibu dari Bagus Dwi, benda-benda itu merupakan buah tangan Bagus setelah melakukan peliputan.Ada tifa kecil, topeng khas Dayak, pernik-pernik khas berbagai daerah dan lain-lainnya. Sebuah alat musik Sasando dipajang di meja hias. "Sasando itu barang terakhir yang dibawa Bagus pulang beberapa bulan lalu. Katanya habis liputan dari Nusa Tenggara," papar Ny Tri saat ditemui di rumahnya, Senin (12/6/2006).Menurut Tri, sejak kecil Bagus memang menggemari kegiatan traveling, terutama ke petualangan alam bebas. Dia pernah menjadi ketua Plasma, organisasi siswa pecinta alam di SMA 4 Solo. Di Fakultas Ekonomi UNS dia juga bergabung di Mepa, organisasi mahasiswa pecinta alam di fakultas itu.Setelah mendapat gelar sarjana ekonomi pembangunan dari UNS tahun 2003, lajang kelahiran 13 Agustus 1980 itu sempat bekerja sebagai kameramen di TV Borobudur Semarang selama beberapa bulan. Setelah itu, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut diterima bekerja di TV7 Jakarta."Dia mengaku sangat senang ketika bergabung di program Jejak Petualang, karena sesuai hobinya. Sejak itu dia memang jarang pulang. Tapi kami dapat memaklumi karena dia sibuk dengan pekerjaan yang membuatnya senang," ujar Tri Sarah.Bagus, kata Tri, pulang ke rumah terakhir kali bulan Februari lalu. Saat itu Bagus pulang hanya untuk menjenguk keluarganya mumpung sedang liburan, karena jadwal liburnya tidak tentu mengingat tuntutan pekerjaan yang harus berpindah-pindah ke berbagai daerah.Sedangkan kontak telepon terahir, kenang Tri, sekitar dua pekan lalu. Saat itu Bagus mengaku sudah berada di Papua. "Dalam telepon itu dia minta didoakan karena setelah perjalanan ke Timika, dia bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Merauke," demikian kenang Tri."Kami berharap Bagus dapat ditemukan dan pulang dengan selamat. Sejak mendapat kabar dari TV 7 bahwa dia dinyatakan hilang pada hari Jumat lalu, kami selalu berdoa untuk keselamatannya," lanjutnya.Saat ini ayah dan adik Bagus, Tony Suhartono dan Bagus Tri Wahyu Utomo, sudah berada di Papua. Menurut SMS yang diterima Tri, suaminya yang karyawan PT KA itu menunggu proses pencarian anaknya di posko. Sedangkan Tri Wahyu Utomo bergabung dengan Tim SAR untuk ikut mencari. (nrl/)


Berita Terkait