Penggugat Cabut Kasus Foto Syur Cabup karena Yakin Kalah

Penggugat Cabut Kasus Foto Syur Cabup karena Yakin Kalah

- detikNews
Senin, 12 Jun 2006 15:46 WIB
Semarang - Pencabutan gugatan kasus foto syur cabup-cawabup Pekalongan terpilih tampaknya tak disertai alasan yang jelas. Pihak penggugat merasa kalah sebelum sidang di pengadilan. "Kalau yang digugat adalah foto-foto syur, paling-paling kita kalah. Setelah konsultasi dengan klien saya, akhirnya kami sepakat mencabut gugatan," kata kuasa hukum penggugat, Joko Restu Widodo kepada wartawan di Pengadilan Tinggi Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (12/6/2006). Dalam kasus tersebut, Joko mewakili penggugat yakni, cabup-cawabup Pekalongan yang kalah, Amat Antono-Qurofi Hajin. Pasangan cabup-cawabup ini menggugat KPUD karena telah meloloskan Siti Qomariyah-Wahyu Pontjo Nugroho yang nyata-nyata berbuat tidak senonoh. "Saya belum sempat melihat apakah foto-foto yang diberitakan di media massa itu asli atau tidak. Tapi sekali lagi, kalau hal ini jadi materi persidangan, maka sia-sia saja," kata Joko. Joko mengaku mendapat tugas datang ke persidangan dengan sangat mendadak. Pada pukul 00.30 WIB, Senin (12/6/2006), ia baru dikonfirmasi kliennya agar dirinya mencabut gugatan. Lucunya, meski menjadi kuasa hukum penggugat, Joko mengaku tak tahu menahu detil materi gugatan. "Yang saya tahu ya soal foto-foto bugil cabup-cawabup terpilih. Isi materi gugatannya saya tidak tahu persis," katanya dengan nada polos. Joko yang datang sendirian ke PT Jateng menyatakan, tak akan memasukkan gugatan lain setelah gugatan pertama dicabut. Ia hanya akan mempersiapkan diri untuk memperbaiki surat kuasa agar pencabutan bisa dilakukan secara legal-formal. Perbaikan surat kuasa ini merupakan saran dari Hakim Ketua Aspar Siagian. Aspar menilai surat kuasa tidak dilengkapi dengan poin pelimpahan wewenang pada kuasa hukum untuk mencabut gugatan. "Poin wewenang pencabutan harus tegas disebutkan," tutur Aspar. Dengan pencabutan gugatan ini dipastikan langkah Siti Qomariyah-Wahyu Pontjo Nugroho berjalan mulus, kecuali ada pihak tertentu yang melakukan gugatan pidana. Siti Qomariyah-Wahyu Pontjo Nugroho dijagokan Partai Golkar-PKB, sedangkan rivalnya, Amat Antono-Qurofi Hajin dicalonkan PDIP. Siti Qomariyah-Wahyu Pontjo Nugroho berpose bugil di layar HP dan foto-fotonya disebarkan seseorang atau kelompok tertentu 3 hari menjelang pencoblosan, 29 Mei lalu. Meski demikian, mereka tetap memenangi pilkada di daerah penghasil batik itu.

(asy/)