ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

HMI Minta DPR Usut Investasi di GoTo

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 09:13 WIB
Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berdemo di depan gedung DPR, Jakarta. Mereka menuntut keadilan untuk Randi yang tertembak saat aksi di DPRD Sultra.
Ilustrasi HMI (Grandyos Zafna).
Jakarta -

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta agar Komisi VI DPR menyelidiki soal investasi Telkom di saham Gojek-Tokopedia (GoTo), yang diduga bermasalah. Khususnya soal motif dari investasi tersebut.

"Komisi VI DPR RI harus serius dalam mengusut apa sebenarnya motif dari investasi triliunan tersebut, ditambah lagi hubungan antara Mentri BUMN dengan Komisaris Utama PT. Gojek-Tokopedia yang tak bisa dilepas dari investasi tersebut," kata Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI Vidiel Tania Pratama, dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).


Vidiel menyayangkan investasi yang dilakukan oleh Telkomsel. Seharusnya, Telkomsel fokus pada tekonogi dan pemerataan jaringan internet.

"Situasi ini sangat disayangkan bisa terjadi, harusnya, Telkomsel fokus terhadap kedaulatan teknologi yang belum merata seperti permasalahan jaringan internet bahkan jaringan seluler yang tidak ada sama sekali di beberapa daerah," katanya.

"Banyak daerah-daerah yang belum tersentuh jaringan internet bahkan jaringan seluler, jangan hanya melihat bisnis dan keuntungan semata sehingga lalai dengan hak-hak setiap Warga Negara Indonesia," katanya.

Investasi senilai Rp 6,3 triliun dianggap tidak sedikit. Uang itu seharusnya digunakan untuk memperbaiki jaringan seluler di Indonesia.

"Ada baiknya uang sebesar itu dipergunakan untuk perbaikan jaringan seluler di daerah-daerah yang belum merata sehingga masyarakat bisa merasakan apa yang disebut dengan Transformasi Digital, apalagi saat ini banyak aktivitas sosial, aktivitas usaha, aktivitas pendidikan dan aktivitas-aktivitas lainnya berhubungan dengan digital yang membutuhkan jaringan internet yang baik," katanya.


DPR Telah Panggil Telkom

Panitia Kerja (Panja) Investasi BUMN di Perusahaan Digital yang dibentuk Komisi VI DPR RI memanggil Telkom dan Telkomsel kemarin terkait investasi di GoTo. Hadir dalam kesempatan ini Direktur Utama PT Telkom (Persero) Tbk Ririek Adriansyah dan Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam.

Rapat pada 14 Juni itu dipimpin oleh Ketua Panja Investasi BUMN di Perusahaan Digital sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR Sarmuji. Ia mengatakan bahwa rapat mendengarkan penjelasan dari Telkom dan Telkomsel mengenai investasi di GoTo.

"Komisi VI ingin memastikan apakah investasi BUMN sudah sesuai aturan bisnis bagi BUMN dan anak perusahaan? Sudah memperhitungkan skema bisnis dan prospek perusahaan baik jangka menengah maupun panjang?" ujar Sarmuji kepada detikcom, Selasa (14/6).

Panja Investasi BUMN di Perusahaan Digital juga menanyakan apakah investasi BUMN di GoTo sudah sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), konflik kepentingan, hingga manfaat investasi. Panja juga akan memanggil para ahli untuk diminta pendapat terkait hal ini.

"Kita juga akan panggil para ahli untuk dimintai pendapat," tuturnya.

Sarmuji menjelaskan rapat terbuka saat penjelasan dari Dirut Telkom dan Telkomsel untuk menjamin hak publik. Sedangkan pendalaman tertutup untuk menjaga hal yang sensitif terhadap pasar.

Dalam rapat kali ini, Panja belum mengambil kesimpulan terkait investasi BUMN ke GoTo.

"Yang bisa kita pastikan adalah Panja akan bekerja maksimal untuk menelisik investasi tersebut sudah sesuai atau belum dengan kepentingan bisnis Telkom dan Telkomsel dan apakah sudah sesuai dengan kaidah investasi yang benar," katanya

Simak juga 'Anggota Komisi VI Sebut Telkom Dapat Untung dari Saham GoTo Rp 2,8 T':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT