5 Fakta Fortuner Nyebur ke Kali Gegara Sopir Ambil Ponsel di Jok Kiri

ADVERTISEMENT

5 Fakta Fortuner Nyebur ke Kali Gegara Sopir Ambil Ponsel di Jok Kiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 22:52 WIB
Mobil Fortuner nyemplung ke kali di Jl Abdullah Syafei, Tebet, Jaksel.
Mobil Fortuner nyemplung ke kali di Jl Abdullah Syafe'i, Tebet, Jaksel. (Foto: dok. Polisi)
Jakarta -

Mobil Toyota Fortuner bernopol B-1611-TJE nyemplung ke kali di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Berutung pengemudi dan dua penumpangnya selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jl Abdullah Syafe'i, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/6/2022), sekitar pukul 04.00 WIB. Kecelakaan itu diakibatkan lantaran pengemudi tidak konsentrasi karena hendak mengambil panggilan telepon di handphone-nya.

Berikut ini fakta-fakta mobil Fortuner nyebur ke kali yang dirangkum sebagai berikut:

Pengemudi Tak Konsentrasi gegara Ponsel

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan kecelakaan terjadi karena pengemudi tidak konsentrasi. Pengemudi saat itu hendak mengambil ponselnya karena ada panggilan masuk.

"Penyebab kecelakaan menurut keterangan saksi yang berada di dalam mobil, pengemudi hendak mengambil HP yang sedang ada panggilan masuk. Posisi handphone berada di jok kursi penumpang sebelah kiri," jelas Jamal dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (23/6/2022).

Mobil Tabrak Pembatas Jalan

Pengemudi kehilangan konsentrasi ketika mengambil ponselnya itu. Seketika mobil pun oleng hingga menabrak pembatas jalan.

"Kondisi jalan agak menurun dan menikung. Pada saat yang bersamaan hilang kendali atau konsentrasi. Kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan sehingga terjungkal masuk ke selokan air Tebet," ujar Jamal.


Baca di halaman selanjutnya: mobil nyemplung ke kali.


Mobil Nyemplung ke Kali

Setelah menabrak pembatas jalan, mobil pun terjun ke kali. Mobil mendarat di dasar kali yang cukup dangkal, dengan posisi keempat bannya di atas.

"Kurang hati-hati sehingga kendaraan oleng ke kanan menabrak pagar pembatas dan masuk ke selokan air di Tebet," terang Jamal.

Mobil Fortuner nyemplung ke kali di Jl Abdullah Syafe'i, Tebet, Jaksel.
Mobil Fortuner nyemplung ke kali mengalami kerusakan parah. (Foto: dok. Polisi)


Pengemudi dan Penumpang Selamat

Mobil tersebut berisi 3 orang penumpang termasuk pengemudinya. Ketiganya selamat dari kecelakaan tersebut dan hanya mengalami luka ringan.

"Pengemudi mengalami luka memar pada bagian bagian kaki dan tangan lecet," ujar Jamal.

Sementara itu, penumpang, pria berinisial MG (23), terluka. Penumpang lainnya, laki-laki berinisial KC (20), juga terluka. Korban mengalami luka lecet pada lutut kaki kiri.

"Korban luka laki-laki inisial MG (23). Luka ringan dan dirawat di Puskesmas Tebet," lanjut Jamal.

Sementara itu, mobil Fortuner yang jatuh ke kali mengalami kerusakan parah di bagian bodi depan, atas, dan samping. Saat ini mobil tersebut telah dievakuasi.


Baca di halaman selanjutnya: imbauan keselamatan polisi soal larangan main HP sambil berkendara.


Ancaman Tilang bagi Pengendara yang Main HP

Peristiwa mobil Fortuner nyemplung ke kali gegara mengambil HP menjadi pelajaran berharga bagi semua pengendara. Polisi mengimbau pengendara agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara karena dapat memecah konsentrasi.

"Dengan adanya kejadian tersebut, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya pengemudi bahwa saat mengemudi dilarang melakukan kegiatan lain yang bisa menyebabkan gangguan konsentrasi salah satunya yaitu menggunakan HP," ujar Jamal.

Jamal mengatakan penggunaan ponsel walau sedetik dapat mempengaruhi raksi manusia. Sedetik saja lengah karena main HP dapat mengancam keselamatan dalam berkendara.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal AlamKasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam (Foto: dok. pribadi)

"Di mana waktu reaksi manusia sekitar 1-2 detik untuk memproses informasi dan memutuskan suatu reaksi atau tindakan. Penggunaan HP pada saat mengemudi sangat berbahaya bagi keselamatan. Sebagai contoh dibutuhkan waktu sekitar 1 detik untuk memproses informasi dari mata yang melihat mobil yang mengerem di depan kita sampai otak memutuskan untuk melakukan pengereman," jelasnya.

Selain itu, Jamal mengingatkan sanksi tilang bagi pengguna kendaraan yang main HP saat berkendara. Pelanggar dapat dipidana paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu karena menggunakan HP saat berkendara.

"Menggunakan handphone saat mengemudi juga melanggar peraturan Undang-Undang Lalu Lintas, yaitu UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 283," tuturnya.

Pasal 283 berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".

(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT