ADVERTISEMENT

5 Fakta Fortuner Nyebur ke Kali Gegara Sopir Ambil Ponsel di Jok Kiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 22:52 WIB
Mobil Fortuner nyemplung ke kali di Jl Abdullah Syafei, Tebet, Jaksel.
Mobil Fortuner nyemplung ke kali di Jl Abdullah Syafe'i, Tebet, Jaksel. (Foto: dok. Polisi)


Ancaman Tilang bagi Pengendara yang Main HP

Peristiwa mobil Fortuner nyemplung ke kali gegara mengambil HP menjadi pelajaran berharga bagi semua pengendara. Polisi mengimbau pengendara agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara karena dapat memecah konsentrasi.

"Dengan adanya kejadian tersebut, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya pengemudi bahwa saat mengemudi dilarang melakukan kegiatan lain yang bisa menyebabkan gangguan konsentrasi salah satunya yaitu menggunakan HP," ujar Jamal.

Jamal mengatakan penggunaan ponsel walau sedetik dapat mempengaruhi raksi manusia. Sedetik saja lengah karena main HP dapat mengancam keselamatan dalam berkendara.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal AlamKasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam (Foto: dok. pribadi)

"Di mana waktu reaksi manusia sekitar 1-2 detik untuk memproses informasi dan memutuskan suatu reaksi atau tindakan. Penggunaan HP pada saat mengemudi sangat berbahaya bagi keselamatan. Sebagai contoh dibutuhkan waktu sekitar 1 detik untuk memproses informasi dari mata yang melihat mobil yang mengerem di depan kita sampai otak memutuskan untuk melakukan pengereman," jelasnya.

Selain itu, Jamal mengingatkan sanksi tilang bagi pengguna kendaraan yang main HP saat berkendara. Pelanggar dapat dipidana paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu karena menggunakan HP saat berkendara.

"Menggunakan handphone saat mengemudi juga melanggar peraturan Undang-Undang Lalu Lintas, yaitu UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 283," tuturnya.

Pasal 283 berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)".


(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT