ADVERTISEMENT

KPK Mulai Penyidikan Kasus Korupsi LNG di Pertamina, Siapa Tersangka?

M Hanafi - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 15:14 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK memulai penyidikan kasus dugaan korupsi liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair di Pertamina (PT PTMN). KPK telah menetapkan tersangka di kasus ini.

"Benar ya, jadi memang berdasarkan pengumpulan, serangkaian kegiatan, pengumpulan bahan keterangan. Kemudian, kami melakukan proses penyelidikan dan ditemukan peristiwa pidana korupsi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (23/6/2022).

"Sehingga, kemudian kami menaikkan perkara ini pada tahap penyidikan, yaitu atas dugaan korupsi terkait dengan pengadaan liquefied natural gas atau LNG di PT PTMN tahun 2011 tahun 2021," sambung Ali.

Namun Ali belum menyebut siapa tersangka dalam kasus ini. Ali mengatakan penyidik terus melakukan penyidikan.

"Ke depan, tentu kami masih terus melakukan pengumpulan bukti-bukti. Sekali lagi, kami belum bisa sampaikan siapa yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Tapi prinsipnya tentu, karena ini adalah proses penyidikan, pasti kami sudah ada nama tersangkanya," ujar Ali.

"Tetapi, secara teknis kami terus mengumpulkan bukti-bukti dahulu, kemudian nanti kami umumkan secara resmi siapa tersangkanya," lanjutnya.

Ali menyebut KPK telah memeriksa 15 orang dalam kasus ini. Saksi-saksi ini terdiri atas karyawan di Pertamina.

"Pengumpulan bukti saat ini masih terus dilakukan, baik itu dari keterangan saksi-saksi maupun alat bukti lainnya. Kami terus menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi. Sampai hari ini, setidaknya sudah lebih dari 15 orang ya, yang diperiksa sebagai saksi dalam perkara ini. Adapun saksi yang dilakukan pemeriksaan hari ini, kami tadi memanggil saksi-saksi ada sekitar delapan orang, yang terdiri dari para karyawan atau pegawai di PT PMN," ujar Ali.

Lihat juga video 'Mardani H Maming Merasa Dikriminalisasi, Begini Respons KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT