Tolak Playboy, Pemerhati Hindu Surati Gubernur Bali

Tolak Playboy, Pemerhati Hindu Surati Gubernur Bali

- detikNews
Senin, 12 Jun 2006 11:56 WIB
Denpasar - Penolakan Playboy oleh para tokoh pemerhati Hindu Bali terus berlanjut. Mereka menyurati Gubernur Bali Dewa Made Beratha soal penolakan ini. "Tadi pagi kami sudah mengirim surat penolakan majalah Playboy kepada gubernur," ujar koordinator pemerhati Hindu I Dewa Gede Ngurah Swastha kepada detikcom, Senin (12/6/2006).Dalam waktu dekat, mereka juga akan mendatangi institusi terkait seperti Kepolisian Daerah Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, dan DPRD Bali. Apakah akan ada juga pertemuan dengan pihak Playboy? "Kalau mereka mau ketemu dengan kita, syukur. Tapi kita tidak akan memanggil mereka, cukup dengan pernyataan sikap penolakan saja," jelas Swastha.Swastha dan rekan-rekannya juga berencana mengadakan dialog dengan tokoh-tokoh Bali yang belum paham dan bersikap abu-abu soal Playboy. Dalam dialog ini Swastha juga akan mengajak pihak-pihak yang masih berpikir dari segi ekonomi atau kasihan kepada Playboy."Kita akan menghitung apakah ada manfaat untuk Bali. Kalau tidak ada manfaat dan menimbulkan banyak masalah, kita mesti tolak itu," lanjutnya.Swastha khawatir keberadaan majalah playboy di Bali akan membenturkan masyarakat Hindu dengan Islam atau masyarakat Bali dengan Jakarta.Kelompok pemerhati Hindu terdiri dari sejumlah tokoh seperti Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Gede Nurjaya, Kakanwil Agama I Gusti Made Ngurah, Kadis Kebudayaan Nyoman Nikayana, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Cokorda Ardana Sukawati, dan dari kalangan akademisi yaitu Prof Dr Putra Agung dan I Dewa Ngurah Swastha. (fay/)


Berita Terkait