ADVERTISEMENT

PDIP Ungkap Kriteria Parpol yang Megawati Ingin Ajak Kerja Sama di Pilpres

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 23 Jun 2022 12:15 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Eva Safitri/detikcom).
Foto: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Eva Safitri/detikcom).
Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membeberkan kriteria partai politik yang diinginkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk bekerja sama di pemilu 2024. Ada 4 kriteria, apa saja?

"Di dalam pengalaman pemilu-pemilu sebelumnya melihat Bu Megawati kan perspektifnya jelas perspektif ideologis, perspektif historis, perspektif kerakyatan, perspektif masa depan Indonesia Raya kita udah 4 hal itu," kata Hasto di Sela Rakernas II, di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Hasto menegaskan Megawati bukan pemimpin partai yang bermanuver. Megawati akan mengkaji betul partai politik yang akan diajak kerja sama.

Hasto lantas menyinggung partai yang pergi di tengah kerja sama yang sudah terjalin. Menurutnya, pengkajian secara matang terkait kerja sama itu sekaligus untuk mengantisipasi partai yang pergi di tengah kesepakatan.

"Dari 4 hal itu Bu Mega ini sosok pemimpin yang sebenarnya tidak banyak manuver-manuvernya. Manuvernya untuk Indonesia Raya itu yang dilakukan oleh Bu Mega, sehingga meskipun pernah ditinggal dalam kerja sama dalam tahun 2009 tapi akhirnya nilai satyameva jayate itu akan terbukti," tutur Hasto.

Hasto mengaku tidak merasa ditinggalkan di tengah pertemuan para partai politik yang intens. PDIP kata Hasto fokus pada penguatan struktur partai.

"Jadi, bagi PDIP berpolitik ini bergerak ke bawah. Ketika kita menggalang kekuatan riil dari rakyat, bukan kekuatan di awang-awang dan mendapat pengakuan kuat dari rakyat, maka kita akan enak untuk bekerja sama, untuk membangun kerja sama. Bahkan untuk membawa ke dunia internasional sekali pun dan inilah yang dilakukan PDIP," ujarnya.

"Akan tiba saatnya komunikasi intens kerja sama politik dalam kaitan untuk mengusung Paslon itu dilakukan melalui pendekatan yang jauh lebih intens disertai pembahasan agenda strategis bagi kemajuan negara besar seperti Indonesia," lanjut Hasto.

Simak Video 'Sekjen PDIP: Sulit Kerja Sama dengan Demokrat-Ogah dengan PKS':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT