Suara Pendukung: Bagus kok Mbak Titik Jadi Host PD

Suara Pendukung: Bagus kok Mbak Titik Jadi Host PD

- detikNews
Senin, 12 Jun 2006 11:24 WIB
Suara Pendukung: Bagus kok Mbak Titik Jadi Host PD
Jakarta - Selain ada yang kontra, ada juga penikmat bola yang pro Mbak Titik Soeharto. Salah satunya Iwan Panggu yang memposisikan diri sebagai Ketua Ikatan Masyarakat Pecinta Soeharto (Imaha). "Bagus kok Mbak Titik jadi host PD," kata Iwan."Kenapa orang lain boleh dan Mbak Titik tidak boleh tampil? Hal itu tentu saja timbul karena perasaan tidak suka saja," imbuhnya, Senin (12/6/2006). "Mbak Titik, tidak usah berkecil hati, terus saja tampil sampai akhir, banyak kok yang menyukai penampilan Anda. Lucunya lagi, ada yang menarik-narik penampilan Mbak Titik di acara ke arah politik. Padahal, kita semua tahu bahwa bola ya bola, politik ya politik, tidak ada hubungannya," ungkap mantan jurnalis ini.Bambang Junaidi juga tidak terlalu mempermasalahkan penampilan Mbak Titik. "Enggak masalah mau Titik, Tutut, koma, mau siapa...kan cuma 10 menit tampilnya. Pusing-pusing amat. Kalau nggak suka, pindahin channel, selesai," komentarnya. Irwan juga pro Mbak Titik. "Komentar saya sih, kenapa Mbak Titik tidak bisa jadi presenter dan kenapa dihalangi? Biarkan saja Mbak Titik jadi presenter, setiap orang pasti bisa. Kenapa mesti takut dengan yang berbau Soeharto atau Cendana? Jangan-jangan yang comment untuk gusur Mbak Titik mengalami Cendanaphobia."          "Islam memfasilitasi manusia agar bisa hidup dengan tenang, bahagia dan penuh dengan kedamaian. Untuk itulah perlu adanya sikap yang selalu khusnudzhon terhadap apa yang dilakukan oleh setiap orang alias positive thingking. Lha sekarang kalau Mbak Titik atau siapa pun itu menjadi seorang presenter Piala Dunia pasti ada manfaat yang bisa kita ambil. Jjangan melihat dari segi negativenya saja," bela Hidayatulah Himawan."Sudahlah, nikmati saja Piala Dunia ini dengan santai.Kalau presnternya Mbak Titik terasa garing, pindah saluran saja," saran Agustin Parangin-angin.Dengar juga pendapat Indra Kwarnas. "Kalau boleh memilih lebih baik Mbak Titik ketimbang Gus Dur, dengan alasan Gus Dur mempunyai keterbatasan yakni tidak mampu menonton secara langsung. Beliau hanya mendengar dan kemungkinan pada saat berlangsung beliau ketiduran, jadi pencerahan yang diberikan tidaklah komplit bisa-bisa melenceng dari topik. Dalam hal menganalisis kita semua harus akui bahwa Gus Dur lebih piawai dari Mbak Titik." "Mungkin kita harus memberi dukungan kesempatan Mbak Titi untuk dapat belajar tampil di depan para gibol dan masyarakat. Untuk memperbaiki penampilan Mbak Titik sebaiknya lebih mengasah retorika dan pengetahuan tentang olahraga khususnya sepak bola. No body perfect," pendapatnya.Foto:Diambil dari layar kaca SCTV (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads