ADVERTISEMENT

Kolom Hikmah

Hidup dan Mati

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 24 Jun 2022 07:58 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Hidup merupakan risalah yang wajib dipenuhi dan nikmat yang harus disyukuri. Mencintai hidup bukanlah sebagai cinta orang yang serakah pada harta benda di dunia, atau cinta yang menyebabkan rasa takut menemui kematian dan liang kubur. Namun mencintai hidup agar dapat menegakkan kewajiban kepada Allah Swt. di muka bumi, sedang mencintai mati merupakan jalan agar dapat bertemu dengan Allah Swt.

Ada dua hadits yang menyangkut tentang kehidupan dan kematian :


1. Diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah Saw bersabda, " Tidak pantas salah seorang dari kalian mengharapkan kematian dan tidak pantas pula mendoa agar kematian datang sebelum waktunya. Sebab jika seseorang telah mati maka terputuslah amalnya, padahal bagi orang beriman, umurnya menambah kebaikan."

Hadis di atas memberi peringatan janganlah ikut mengatur yang menjadi hak Allah Swt, yaitu kematian. Karena hak sepenuhnya milik Sang Pencipta, hal ini sudah dicatat sejak zaman azali. Bagi orang beriman umur menjadikan bekal untuk menambah kebaikan, kesempatan ini tentu janganlah di lepas secara sia-sia. Ingatlah nasihat bahwa sebaik-baik seseorang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya.

2. Diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah Saw bersabda, " Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Kalau dia berbuat kebaikan, mudah-mudahan bertambah kebaikannya, dan kalau dia berbuat salah, mudah-mudahan dia berbuat taubat."

Hadits kedua ini sebenarnya mempertegas agar umatnya tidak berharap kematian. Maka seseorang yang ada perbuatan salah, masih ada kesempatan untuk bertaubat. Berharap kematian yang dimaksud di sini adalah karena putus asa seperti, sakit berkepanjangan, hutang melimpah dan tidak tahu cara melunasinya, atau menghadapi persoalan yang dia anggap sangat sulit. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang mencintai kematian karena semata-mata ingin berjumpa dengan Rabbnya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. " Barang siapa yang menginginkan pertemuan dengan Allah Swt. maka Allah Swt. pun menginginkan pertemuan dengannya." ( H.R. Bukhari dan Muslim ).

Dikisahkan saat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ditikam oleh Abdur Rahman bin Muljam, beliau berkata, " Demi Tuhan ka'bah, sungguh aku memperoleh keberuntungan." Perkataan tersebut menyiratkan begitu beliau mengimani takdir Allah Swt. dan bertemu dengan-Nya. Ada kisah Bilal menjelang wafat yang hampir sama dengan motivasi Ali bin Abi Thalib. Kisah ketiga ini agak berbeda karena sekelompok pasukan yang dipimpin Khalid bin Walid, merupakan pasukan yang mencintai mati ( syahid, berperang membela Islam dan menegakkan kebenaran ). Kisah yang menarik saat pasukan Muslim dalam perang Yarmuk yang berjumlah 40.000 dapat menang dengan pasukan Byzantium yang berjumlah 250.000. Perbedaan yang mencolok karena pasukan Muslim cinta mati dan pasukan Byzantium cinta hidup.

Pemimpin pasukan Muslim yang dijuluki Saifullah ( Padang Allah ), jika menulis surat kepada para panglima pasukan Persia dan Romawi, dia menutup suratnya sesudah mengajak pada perdamaian dan Islam seperti ini, " Dan kalau tidak maka aku akan memanah kamu, bersama kaum yang mencintai mati, sebagaimana kamu mencintai hidup."

Maka hendaknya kita bisa menempatkan dengan tepat, mencintai hidup itu merupakan kewajiban kita untuk melaksanakan hak-hak Allah Swt. Sedangkan mencintai mati merupakan kesadaran diri untuk bertemu dengan Sang Kekasih. Di sini penulis akan akhiri dengan senandung syair yang dapat digunakan untuk memilih jalan kehidupan. Semoga Allah Swt. selalu memberikan hidayah dan perlindungan-Nya.

Antara pesona, gemerlap dan kekal
Godaan melawan ketaatan
Nafsu mengendalikan atau dikendalikan
Ingatlah Tuhanmu perintahkan kendalikan nafsu, tunggangi laksana kuda perang
Tempuhlah jalan akhirat dan gunakan sebagai modalmu
Dunia dan akhiratmu menjadi hadiah
Kau terima segala nikmat dunia, sebagai hamba yang terhormat
Jika ingin kehidupan akhirat, patuhilah perintah-perintah-Nya
Ingatlah niat merupakan ruh dan landasan pengabdian
Patuhi Allah Swt dan berpantang di dunia, kau jadi hamba pilihan-Nya
Janganlah buat murka-Nya dengan kesenangan dunia, dan berpaling dari-Nya
Kau akan kehilangan akhirat dan dunia menjauhimu
Siapa mendurhakai-Nya, maka kehinaan menjemputnya

Sesungguhnya sebagian darimu menyukai kehidupan dunia, dan sebagian lain mencintai akhirat.

Orang yang kehendaki dunia, dialah anak dunia
Orang yang kehendaki akhirat, dia menjadi anak akhirat
Jadi, anak siapakah dirimu?
Lihatlah pada cermin timbangan kehidupanmu
Kelak kau lihat orang-orang di surga dan di neraka
Kau ingin berada dimana?
Satu hari di sana setara lima belas ribu tahun
Yang di surga mendapatkan nikmat karena mencampakkan dunia, berjuang menuju bahagia akhirat dan kedekatan-Nya

Sebagian lainnya penuh penderitaan dan kehinaan karena tenggelam urusan dunia dan abaikan akhirat
Pilihlah dari kedua kelompok ini

Jangan berkawan dengan yang jahat, pembangkang dan setan
Jadikan Al-Qur'an dan Sunah sebagai pemandumu
Renungkan dan patuhi keduanya
Hati-hati dengan perkataan kosong dan berlebihan

Segala yang dibawa Nabi kepadamu, terimalah, dan segala yang dilarangnya, jauhilah, dan bertaqwalah kepada Allah

Kepada Allahlah kau berharap
" Barang siapa beriman kepada Allah, Dia mencukupinya." ( Q.S. al-Thalaq ayat 3 )
Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang beriman kepada-Nya

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

Simak juga 'Apa Persamaan bank Syariah dengan Bank Konvensional?':

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT