Gibol: Bila Mbak Titik Muncul, Saya Ganti Channel
Senin, 12 Jun 2006 10:34 WIB
Jakarta - Banyak penggila bola alias gibol merasa kecewa dengan kebijakan SCTV memasang Mbak Titik sebagai host Piala Dunia 2006. Inilah sebagian kecil suara mereka yang disampaikan pada detikcom lewat surat elektronik, Senin (12/6/2006):Sapriel BahauddinMemang benar ketika Titik Soeharto muncul saya ganti ke channel lain. Saya kok malu dan tidak nyaman melihat bagaimana kaku dan groginya Titik. Kayak protokol acara kawinan di kampung gitu. Padahal acara PD dipelototi puluhan juta orang. Kasihan Mbak Titik karena nampak culun, tapi lebih kasihan lagi gibol yang nonton. Kayak saya jadi kehilangan komentar dan analisa dari narasumber seperti Danurwindo dan Dali Tahir yang memang "orang bola".Tapi tolong kalau mau diganti, jangan Gus Dur dong. Dulu memang Gus Dur enak dibaca ulasan-ulsannya bolanya. Tapi sekarang beliau ini suka ngomong seenaknya, nggak peduli perasaan orang lain dan yang terpenting beliau nggak bisa menyaksikan sendiri suasana pertandingan yang ada dalam siaran televisi. Kalau mau dipaksakan juga Gus Dur, saya wanti-wanti agar beliau tidak menyinggung soal politik, baik politik di dalam atau di luar negeri. Please banget.Cucu SantosoTerlepas dari siapa itu Titik Soeharto, yang jelas dia tidak punya kapasitas sebagai presenter terutama sepak bola, Piala Dunia lagi. Saya kalau prediksi atau ulasan pertandingan pasti pindah chanel, males lihat.Gendut WMasyarakat sekarang sudah jauh lebih cerdas kok dan bisa langsung membedakan mana propaganda mana hiburan. Kalau nggak seneng nonton Mbak Titik, ya dipindah channel aja sebentar. Hitung-hitung bagi-bagi rating untuk iklan buat TV lain kan, hehehehe.SupraptoSalam Olah Raga! Kami sangat respek sekali atas siaran langsung Piala Dunia 2006 di stasiun SCTV, tetapi akan lebih respeck lagi kalau komentator Mbak Titik diganti karena komentarnya tidak berbobot. Lebih baik Gus Dur atau Jaya Suprana (setiap kali komentator mulai in kami pindah channel). Demikian usulan dari pemersa setia SCTV dan semoga hal ini dimengerti oleh management SCTV dan jangan asal comot komentator.Wandhi PratamaSaya setuju deh kalau Gus Dur yang membawakan acaranya. Hidup Gus Dur!Jojo1. Saya amat menyayangkan sekali mengenai pembukaan perhelatan akbar Piala Dunia yang tidak disiarkan langsung oleh SCTV. Mungkin bukan hanya saya saja.2. Selain itu untuk presenternya juga nggak ada yang profesional banget seperti Dona Agnesia dan Titik Soeharto yang menjadi tanda tanya ada apa dengan Cendana. Coba bandingkan dengan RCTI tahun yang lalu. Sungguh sampe sekarang bagi saya RCTI punya kesan yang bagus. Because On the rigth man on the right job-nya diterapin benar-benar. Maka tak salah jika seperti Tamara Geraldine, Dik Doang plus Ucok Baba-nya menjadi icon yang tak terlupakan.3. Interior design nya juga kurang mewakili/menggambarkan perhelatan akbar tersebut. Dibanding RCTI jauh banget. Bukan maksud saya menjagokan RCTI, seharusnya SCTV belajar dari stasiun yang telah sukses dalam menayangkan acara tersebut. Andre SoepototSCTV mengecewakan tenan! Sudah acara pembukaannya tidak ditayangkan, presenternya juga tidak enak dilihat mata dan sama sekali tidak tahu sepakbola. Katanya Titik ini komisarisnya SCTV. Tapi masa iya, karena dia komisaris, kemudian harus jadi presenter yang blank soal sepakbolaTria NurIde KPI agaknya cukup bagus, sebab saya kira Mbak Titik terlalu kaku dalam membawakan acara tersebut. Tidak seperti presenter bola dan kelihatan juga 'keawamannya' terhadap klub-klub yang bertanding dalam ajang empat tahunan tersebut. Sayang sekali SCTV seperti memaksakan Mbak Titik agar dapat diterima kehadirannya oleh masyarakat luas......Ahmad SaparudinSaya sangat setuju sekali apabila Gus Dur menjadi host Piala Dunia 2006, karena Gus Dur punya komentar-komentar yang cerdas,dan jeli dalam membaca prediksi permainan team-team Piala Dunia ketimbang Titik Soeharto. Saya rasa banyak pemirsa yang sangat menantikan prediksi dan komentar Gus Dur tentang Piala Dunia 2006. Dengan figur yang santai, cerdas dan lucu maka tontonan World Cup 2006 menjadi suasana yang segar, tidak ngantuk. Heru SadmikoSaya sangat menyayangkan SCTV kalau memang Titik Soeharto dipertahankan karena ini akan kembali ke image SCTV secara keseluruhan dan penonton PD sudah cukup "terluka" dengan tidak disiarkannya pembuaan PD. Kini penonton pun disuguhkan host yang, maaf, tidak berkualitas SCTV harus ingat bahwa suguhan di sela-sela pertandingan adalah waktu yang tepat untuk menayangkan iklan-iklan. Nah... bila saat itu penonton pindah channel apa SCTV enggak rugi? Karena pemasang iklan akan mikir-mikir karena tidak ada gunanya masang iklan kalau engga ada yang lihat. Saya harap dengan sangat kepada SCTV ini bukanlah ajang yang tepat untuk mencari sensasi kontroversi, masih banyaklah host-host yang berkualitas baik dari politikus, artis sampai kelas tukang becak pun akan bisa berbicara banyak Semoga SCTV mendengar keluhan kita-kita ini.HaryantoBetul dan setuju kalau presenter SCTV untuk PD 2006 diganti dengan yang lebih hot dan lucu .Halim:Saya sepakat dan sangat setuju kalau Gus Dur yang jadi host PD. Karena akan menghidupkan suasana dan suasana akan lebih meriah lagi karena komentar berbobot dan berkualitas dan yang lebih penting lucu sehingga suasana benar-benar hidup.Zaldy:Jangan-jangan Mbak Titik alih-alih keluarga Cendana ingin mengambil alih perhatian dan simpati masyarakat Indonesia dengan Piala Dunia pada kasus Soeharto yang masih tak jelas. Foto:Diambil dari layar kaca SCTV
(nrl/)











































