ADVERTISEMENT

Adu Perspektif: Pidato Megawati dan Gerilya Parpol Cari Koalisi

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 14:36 WIB
Jakarta -

Dinamika politik menjelang 2024 kian panas. Pada era kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf, skema baru antara partai pro serta oposisi pemerintah pun terbentuk.

Jelang tahun politik, yang semakin dekat, para ketua umum partai politik mulai bermanuver, dari lobi tertutup hingga pidato politik di depan massa. Kejadian paling baru terjadi dalam Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

"Kenapa? Karena saya buktikan, bukan untuk sombong. Ada orang mengatakan nanti, 'Ibu Mega sombong banget ya', karena ada juga yang mengatakan 'ada sebuah partai sombong sekali'. Lah piye, kok dibilang sombong, memangnya kenapa," ucap Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDIP (21/6).

Dalam kesempatan itu, Megawati mengingatkan kadernya agar tidak terlena oleh hasil survei yang menyimpulkan bahwa PDIP merupakan pemegang suara terbanyak di negeri ini. Ia pun menegaskan, sebagai orang nomor wahid di partainya, Megawati punya hak prerogatif memilih calon presiden pada 2024 nanti.

Isu reshuffle menjadi puncak klimaks politik selama hampir beberapa bulan. Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) dalam barisan koalisi menyisakan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai oposisi. Seolah tak mau ketinggalan dengan partai lawan, PKS juga menggelar panggung politik. Partai besutan Akhmad Syaikhu ini juga berbicara soal capres dan koalisi.

Hasilnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melempar sinyal untuk bergabung dengan Koalisi Semut Merah dengan komposisi PKS dan Demokrat. Belum selesai kata sepakat dari Koalisi Semut Merah, PKS berharap PKB dapat merangkul Gerindra masuk dalam koalisi.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menerima Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di kediamannya pada Sabtu (18/6). Banyak yang menilai, pertemuan Parabowo-Cak Imin seolah ingin merespon munculnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Partai Golkar, PAN, dan PPP. Sementara itu, di bawah kepimpinan politik Agus Harimurti Yudhoyono, Demokrat terlihat senyap dan hanya meyakini angka-angka hasil survei.

Adu Perspektif malam ini kolaborasi detikcom bersama Total Politik mengangkat topik 'Pidato Megawati dan Gerilya Parpol Cari Koalisi'. bersama Rocky Gerung peneliti P2D, Jazilul Fawaid Wakil Ketua Umum PKB, Habib Aboe Bakar Al Habsy Sekjen PKS, Supratman Andi Agtas politikus Partai Gerindra, Herzaky Mahendra Putra Jubir Partai Demokrat, Effendi Ghazali pakar komunikasi politik, dan Panda Nababan politikus senior PDIP, saksikan secara langsung di detikcom, Rabu, 22 Juni 2022 pukul 20.00 WIB.

(edo/ids)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT