ADVERTISEMENT

Pelanggaran Tak Pakai Seatbelt Terbanyak Ditilang di Operasi Patuh di DKI

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 10:49 WIB
Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2021. Sejumlah pengendara yang melanggara aturan di Bundaran HI, Jakarta, ditilang.
Foto ilustrasi polisi melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

Operasi Patuh Jaya 2022 telah memasuki hari ke-9. Tercatat ribuan pengendara ditilang e-TLE selama pelaksanaan operasi tersebut.

"Penindakan tilang 1.909 (e-TLE) dan teguran 19.566," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Jamal mengatakan angka pelanggaran itu terjadi selama Operasi Patuh Jaya pada 13-22 Juni 2022. Total ada 21.475 pengendara yang ditindak polisi, baik pemberian tilang maupun teguran, selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022.

Jamal mengatakan, dari rincian jenis pelanggaran, pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengamanan paling banyak ditindak. Tercatat ada 1.634 pelanggar yang ditindak selama 9 hari Operasi Patuh Jaya 2022.

"Pelanggaran menggunakan handphone saat berkendara 79, melebihi batas kecepatan 103, ganjil genap 93, (pelanggaran) sabuk keselamatan 1.634," katanya.

Operasi Patuh Jaya digelar mulai 13-26 Juni 2022. Ada delapan pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran prioritas polisi dalam Operasi Patuh Jaya 2022 ini. Berikut selengkapnya:


1. Melawan arus
Perbuatan melawan arus melanggar Pasal 287 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.

2. Knalpot bising atau tidak sesuai standar
Dijerat dengan Pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

3. Kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan khususnya pelat hitam
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

4. Balap liar dan kebut-kebutan
Aksi balap liar akan dijerat dengan pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ dengan sanksi kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda maksimal Rp 3 juta.

5. Menggunakan HP saat berkendara
Penggunaan ponsel saat berkendara dikenai Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu

6. Tidak menggunakan helm SNI
Dikenai Pasal 291 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

7. Tidak memakai sabuk pengaman
Pengemudi kendaraan roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara dijerat Pasal 289 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu

8. Berboncengan motor lebih dari 1 orang
Dikenai Pasal 292 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 250 ribu.

Simak juga 'ETLE Sukses Tangkap 19 Juta Pelanggar, Sementara Tilang Manual Cuma 1,7 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT