ADVERTISEMENT

Waket MPR Sebut NU Jakarta Mesti Jadi Acuan bagi Daerah Se-Indonesia

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 22 Jun 2022 09:12 WIB
Anies Baswedan dan Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mendorong agar Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta bisa lebih maju dan menjadi barometer NU di seluruh Indonesia. Sebagai Ibu Kota Negara, kata dia, Jakarta merupakan parameter dan rujukan kota-kota di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikannya pada acara halal bihalal PWNU DKI Jakarta bertajuk 'Bersama Ulama dan Habaib Mewujudkan Jakarta Bermartabat' di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, Selasa (21/6) malam.

"Kami PWNU DKI Jakarta mengajak warga NU di DKI Jakarta agar memiliki kemajuan, produktivitas yang menunjukkan martabat kemuliaannya," ujar Gus Jazil yang juga Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta dalam keterangannya, Rabu (22/6/2022).

Gus Jazil mengatakan acara ini sengaja mengusung tema Menjadikan Jakarta Bermartabat karena selama ini warga Islam di DKI Jakarta umumnya adalah penganut dan pengamal ajaran ahlussunnah waljamaah. Namun, menurutnya secara kelembagaan dan gaungnya belum sebesar NU di Jawa Timur ataupun Jawa Tengah.

"Lewat semangat halal bihalal tahun ini, PWNU DKI mengajak warga NU di Jakarta memiliki kemajuan, produktivitas yang menunjukkan martabat kemuliaannya," cetus Gus Jazil.

Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu menuturkan nantinya Jakarta memang tidak lagi menjadi ibu kota karena akan pindah ke Kalimantan Timur. Kendati demikian, menurutnya Jakarta akan tetap menjadi rujukan semua kota di Indonesia.

"Karena itu, warga NU di Jakarta mestinya juga menjadi rujukan dan teladan warga NU di seluruh Indonesia," ungkap Gus Jazil.

Ia berharap dengan bimbingan para ulama dan habaib, warga NU DKI Jakarta benar-benar mencapai martabatnya, dan NU DKI Jakarta terus mencapai kemajuan.

Dalam kesempatan itu, PWNU DKI Jakarta juga mencanangkan pendirian Rumah Sakit NU DKI. Hadir dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman KH Syukron Makmun, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf, Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Ketua Dewan Syuro PWNU DKI KH Muhyidin Ishak, Ketua PWNU DKI Samsul Maarif, mantan Rois Syuriyah PWNU DKI KH Mahfudz Asirun, jajaran Pengurus Cabang NU, dan para ulama dan habaib.

Simak juga 'Gus Yahya: Jangan Gunakan NU Sebagai Senjata Politik!':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT