ADVERTISEMENT

Hakim Tanya Pelapor soal Apa Ucapan Edy Mulyadi yang Bisa Memecah Belah

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 15:46 WIB
Sidang lanjutan kasus Edy Mulyadi (Zunita-detikcom)
Sidang lanjutan kasus Edy Mulyadi (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Ketum Nasional Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (Semmi), Bintang Wahyu Saputra, mengungkap alasan dirinya melaporkan Edy Mulyadi ke Bareskrim Polri. Bintang mengatakan dia keberatan dengan perkataan Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan tempat jin buang anak.

Bintang adalah salah satu pelapor kasus Edy Mulyadi. Bintang mengungkapkan hal itu ketika menjadi saksi untuk Edy Mulyadi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Selasa (21/6/2022).

Awalnya, jaksa bertanya motivasi Bintang melaporkan Edy ke polisi. Menurut Bintang, pernyataan Edy dalam konferensi pers tentang Ibu Kota Negara (IKN) berpotensi memecah belah bangsa.

"Dalam rangka menjaga kedaulatan negara kesatuan dan persatuan, karena Bang Edy sebut salah satu tempat daerah ini tempat jin buang anak. Jadi ya kita ingin jaga jangan sampai ada perpecahan di negara ini, apalagi juga sempat disebutkan, kalau saya nggak salah disebutkan ada upaya juga potensi kegaduhan, keonaran, dipertegas, contoh adu domba etnis yang ada di Indonesia seperti etnis Tionghoa dan etnis apa gitu di Indonesia di dalam video itu," ujar Bintang saat bersaksi.

Bintang mengatakan dia melapor karena ada desakan dari SEMMI Kalimantan Timur. Dia mengaku hanya mengakomodir keresahan kawan-kawannya.

Bukti yang diserahkan dalam laporan tersebut, katanya, antara lain ialah flashdisk berisi tiga video Edy Mulyadi serta tangkapan layar video.

"Di bagian mana yang menurut Saudara yang dianggap berpotensi memecah belah?" tanya hakim.

"Saya titik beratkan yang Bang Edy menyebut tempat jin buang anak," jawab Bintang.

Hakim lantas bertanya tentang istilah tempat jin buang anak. Menurut Bintang, tempat jin buang anak adalah tempat yang tidak dihuni manusia, sedangkan Kalimantan Timur, kata dia, ditinggali oleh manusia.

"Saya pernah dengar yang mulia. (Artinya tempat jin buang anak) nggak ada tempat penduduk itu, cuma hutan belantara yang isinya makhluk halus," kata Bintang.

"Paham apa yang dimaksud tempat jin buang anak?" kata hakim.

"Jin kan makhluk halus. Sedangkan yang tinggal di sana manusia, kan anak-anak Kalimantan bukan jin, makhluk hidup, manusia semua," tutur Bintang.

Dalam sidang ini, Edy Mulyadi duduk sebagai terdakwa. Dia didakwa membuat keonaran di kalangan masyarakat karena kalimat 'tempat jin buang anak' saat konferensi pers KPAU (LSM Koalisi Persaudaraan & Advokasi Umat).

Jaksa mengatakan Edy Mulyadi memiliki akun YouTube dan kerap mengunggah video yang berisi opini atau pendapat pribadi pada 2021 di kanal YouTube yang menimbulkan pro dan kontra. Adapun dari kanal YouTube Edy Mulyadi, jaksa menyebut ada beberapa konten yang menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Salah satunya konten yang berjudul 'Tolak Pemindahan Ibu Kota Negara Proyek Oligarki Merampok Uang Rakyat'. Dalam video ini, ada pernyataan Edy menyebut 'tempat jin buang anak'. Pernyataan dalam video itu dinilai membuat keonaran di kalangan masyarakat.

Lihat video 'Sidang Kasus "Jin Buang Anak", Saksi Ungkap Alasan Laporkan Edy Mulyadi':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT