ADVERTISEMENT

Lurah Akan Panggil RW di Jakbar Buntut Larangan Beri Makan Kucing Liar

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 15:23 WIB
A cat poses for the camera in the streets of Istanbul with three children in the background
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/benstevens)
Jakarta -

Lurah Kedoya Utara mengatakan pihaknya akan memanggil pengurus RW 3, Kompleks Green Garden di Kedoya Utara, Jakarta Barat (Jakbar). Agenda pemanggilan itu berkaitan dengan surat edaran yang melarang warga memberi makan kucing liar yang viral di media sosial.

"Saya akan undang ke kelurahan untuk mencari solusinya," kata Lurah Kedoya Utara Tubagus Masarul Iman saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

Tubagus menuturkan nantinya pemanggilan bakal diinisiasi oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penelusuran ke lapangan.

"Kemarin sudah dimonitor ke lokasi oleh Sudin KPKP Jakarta Barat," jelasnya.

Sejauh ini, Tubagus membenarkan surat itu memang diterbitkan oleh pengurus RW setempat. Larangan itu dibuat karena pengurus menerima aduan warga yang terganggu dengan aktivitas kucing liar di sekitar kompleksnya.

"Alasannya aduan dari warga sekitar karena lingkungan jadi kotor saat makanan yang diberikan ke kucing tidak habis, atau sisa juga adanya kotoran kucing di sekitar lokasi dan muntahan kucing," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah surat edaran berisikan larangan memberi makanan kepada kucing liar viral di media sosial. Diketahui, surat edaran itu diterbitkan oleh Pengurus RW 3 Kompleks Green Garden, Jakarta Barat.

Berdasarkan surat yang beredar melalui pesan berantai, larangan itu diterbitkan berdasarkan laporan warga sekitar yang terganggu banyaknya kucing liar di sekitar lokasi. Ditambah lagi, ada oknum warga yang setiap hari memberi makanan kepada kucing-kucing liar tersebut.

"Menindaklanjuti keluhan dan laporan dari warga RW 03 Green Garden dengan banyaknya kucing-kucing liar yang sangat mengganggu khususnya di wilayah blok A dan mungkin juga di wilayah lainnya," demikian isi surat yang dilihat pada Selasa (21/6).

Lihat juga video 'Kisah Bu Menon Bukan Pengemudi Ojol Biasa':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT