MK Akan Bentuk Majelis Kehormatan untuk Adili Etika Hakim Konstitusi

ADVERTISEMENT

MK Akan Bentuk Majelis Kehormatan untuk Adili Etika Hakim Konstitusi

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 14:44 WIB
Juru Bicara MK Fajar Laksono menyampaikan keterangan pers mengenai putusan pengujian UU MD3 terkait hak angket DPR di Gedung MK, Jakarta, Kamis (15/2).
Fajar Laksono (agung/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi (MK) segera membentuk Majelis Kehormatan MK (MKMK) sebagai lembaga yang mengadili etika para hakim konstitusi. Hal itu seiring MK memutuskan soal komposisi anggota MKMK sesuai UU MK.

"Berdasarkan Putusan MK ini, tinggal melanjutkan. Sudah 80 persen lebih," kata jubir MK, Fajar Laksono saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2022).

Kesiapan MK itu tertuang dalam Peraturan MK. Hingga hari ini, perumusan Peraturan MK itu tinggal perapian draft.

"80 Persen lebih sudah selesai," ujar Fajar Laksono.

Beberapa hal yang diatur di dalam Peraturan MK itu seperti hukum acara pemeriksaan. Siapa yang berhak mengadu dan memeriksa. Serta teknis kesekretariatan. Selebihnya mengacu ke UU yang ada.

"Prinsipnya sudah oke," ucap Fajar Laksono.

Berdasarkan putusan MK, maka anggota MKMK terdiri dari:

a. 1 (satu) orang hakim konstitusi; b. 1 (orang) dari unsur tokoh masyarakat yang memiliki integritas tinggi yang memahami hukum dan konstitusi serta tidak menjadi anggota dari partai politik manapun. c. 1 (satu) orang akademisi yang berlatar belakang di bidang hukum;

Apa tugas MKMK? Yaitu untuk menegakkan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Konstitusi.

Lihat juga video 'Anggota Majelis Kehormatan MK: Patrialis Akui Langgar Etik':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT