ADVERTISEMENT

Respons Wagub DKI soal Eks Kepala UPT Dinas Kehutanan Jadi Tersangka

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 21 Jun 2022 10:18 WIB
Ahmad Riza Patria
Foto: Ahmad Riza Patria (Hanafi/detikcom)

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pembebasan lahan oleh Dinas Kehutanan DKI Jakarta di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada 2018. Kini, Eks Kepala UPT Tanah Dinas Kehutanan DKI, HH ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada hari Jumat, tanggal 17 Juni 2022, Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kembali menetapkan tersangka dalam kasus Mafia Tanah Cipayung, yakni HH. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan atas Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: TAP-60/M.1/Fd.1/06/2022 tanggal 17 Juni 2022," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam dalam keterangannya, Minggu (19/6).

"Bahwa pada tahun 2018, tersangka HH yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala UPT Tanah Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Ashari menjelaskan, HH melaksanakan pembebasan lahan di RT 008 RW 03 di Kelurahan Setu, Cipayung. Saat itu, pembebasan lahan dilakukan tanpa adanya dokumen perencanaan pengadaan tanah, peta informasi rencana kota dari Dinas Tata Kota, Permohonan Informasi aset kepada Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) tanpa adanya persetujuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Tak hanya itu, tersangka HH juga memberikan resume penilaian properti (resume hasil appraisal) terhadap sembilan bidang tanah di Kelurahan Setu dari KJPP kepada tersangka LD selaku Notaris sebelum hari pelaksanaan musyawarah/negosiasi harga dengan warga pemilik lahan.

"Sehingga data tersebut dipergunakan oleh tersangka LD untuk melakukan pengaturan harga terhadap delapan pemilik atas sembilan bidang tanah di Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung Jakarta Timur," tandasnya.


(taa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT