Bupati Sidoarjo Marah Soal Lumpur

Bupati Sidoarjo Marah Soal Lumpur

- detikNews
Minggu, 11 Jun 2006 19:46 WIB
Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Wien Hendarso nampaknya kesal juga dengan meluapnya lumpur dan gas dari lokasi pengeboran milik PT Lapindo Brantas di Desa Siring, Kecamatan Porong.Sebab ia merasa upaya Pemkab Sidoarjo untuk mengatasi luapan yang telah mengarah ke rumah penduduk dan jalan tol ini tidak diimbangi dengan kerja cepat PT Lapindo Brantas.Bahkan ketika ditanya wartawan tentang langkah penanganan selanjutnya, Wien Hendarso pun sempat sewot."Jangan tanya saya. Tanya itu seharusnya ke Lapindo. Pemkab Sidoarjo sudah bekerja maksimal," katanya usai menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VII di jalan tol Gempol-Surabaya KM 38, Minggu (11/6/2006).Kekesalan Wien Hendarso ini juga ditunjukan ketika bertemu General Manager PT Lapindo Brantas, Imam Agustino yang ikut datang mendampingi anggota dewan pusat itu.Ia memprotes keras janji Lapindo yang katanya akan mengeruk persawahan di Desa Reno Kenongo. Rencananya sawah dimanfaatkan sebagai bak penampungan lumpur untuk menghindari luapan ke permukiman penduduk."Saya tadi pagi melihat mesin eksavator tidak bekerja. Mana katanya akan dikeduk?" tanya Wien ditujukan ke Bos Lapindo. Memang sebelumnya proyek pengedukan itu dijanjikan Lapindo dikerjakan Minggu pagi.Wien juga menyoroti tim dari Lapindo sulit sekali diajak bertemu untuk melakukan koordinasi. "Di posko - posko yang didirikan di desa Reno Kenongo, Siring dan Jatirejo tidak dijumpai orang Lapindo. Gimana itu," keluh Wien dengan bersungut-sungut.Kerja maksimal yang dikatakan Wien memang tidak asal ngomong. Ia telah membuktikan bahwa dirinya all out mendinginkan amarah warga Desa Siring yang emosi karena luapan lumpur terus merajarela.Bahkan Wien juga turun langsung ke jalan tol yang berlumpur meski hanya mengenakan sepatu casual. Padahal sudah disediakan sepatu boot tapi ditolaknya.Tidak hanya itu, ia juga ikut memimpin evakuasi sebuah truk gandeng yang terjebak di lumpur. Terjadi kejadian menarik saat itu, ketika ia menyeberang di jalan yang berlumpur tiba-tiba ia merasa kakinya panas dan berlari ke pagar pembatas tol.Sikap Wien yang mau turun langsung ini sontak mendapat simpati ratusan warga Siring yang memang memadati sekitar jembatan layang Siring di atas KM 38. Mereka memberikan aplaus kepada pemimpinnya.Mendapat serangan dari Wien Hendarso, nampaknya pihak Lapindo sendiri tidak mau disalahkan begitu saja."Memang benar kita akan membuat kubangan di persawahan Reno Kenongo, tapi persoalanya operator eksavator kita takut," kilah Imam Agustino yang tetap bersikukuh bahwa semburan lumpur itu bukan berasal dari sumurnya. (ahm/)



Berita Terkait