Kabid Haji Konjen Jeddah Bantah Tudingan Aziddin
Minggu, 11 Jun 2006 17:22 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Aziddin menuding ada permainan penyewaan perumahan jamaah haji yang dilakukan Urusan Haji Konjen RI Jeddah. Namun, Kabid Haji Konjen RI di Jeddah yang juga Ketua Tim Perumahan Haji Depag, Nur Samad Kamba, membantah tudingan Aziddin. Ada dua hal yang dibantah oleh Nur Samad terkait tudingan Aziddin, anggota DPR yang dituding menjadi calo perumahan haji itu. Pertama, tentang harga perumahan milik Abdurrahman Salim di kawasan Ja'fariyah, Makkah. Kedua, tentang aliran uang perumahan ke Kantor Staf Teknis Urusan Haji (TUH) sebesar SR 50 per jamaah. "Saya katakan, apa yang disampaikan Pak Aziddin itu fitnah. Saya punya data lengkap," kata Nur Samad kepada detikcom, Minggu (11/6/2006). Nur Samad membenarkan pihaknya telah membayar uang muka terhadap penyewaan perumahan milik Abdurrahman Salim di Ja'fariyah. Perumahan tersebut disewa oleh TUH untuk musim haji tahun ini sebesar SR 1.832. Tahun lalu, perumahan ini juga disewa oleh TUH dengan harga yang sedikit lebih rendah SR 1.814. "Jadi, selisih harga tahun lalu dan sekarang hanya 0,9%. Apa yang dikatakan Pak Aziddin bahwa perumahan itu kita sewa tahun lalu hanya SR 1.600, adalah bohong. Kami memiliki data-data yang akurat," tantang Nur Samad. Nur Samad juga meluruskan tudingan Aziddin bahwa ada uang SR 50 per jamaah yang masuk ke Kantor TUH. Nur Samad mempertanyakan bukti yang dijadikan bahan tudingan Aziddin itu. "Itu fitnah ke kami. Tudingan itu sangat tidak benar. Tidak ada sama sekali uang perumahan dari jamaah yang masuk ke kantor haji," kata doktor alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini. Dia menjamin, pihaknya bersih dalam menyewa perumahan haji. "Saya sudah menjelaskan tentang hal ini kepada Pak Menteri Agama. Kalau perlu, Menteri silakan bikin tim investigasi. Justru yang terjadi sekarang, kami mendapat apresiasi dari para pemilik rumah," ujar dia. Lantas Nur Samad bercerita bahwa ada warga Arab Saudi yang memiliki perumahan 450 meter dari Masjidil Haram yang menerima penyewaan rumahnya dengan harga SR 1.900 per jamaah. "Dia bertanya ke saya, apakah kami mendapatkan murni SR 1.900. Dulu, dia mengaku mendapatkan uang tidak sesuai yang diteken. Saya tegaskan ke dia dan meyakinkan dia bahwa uang yang akan diterimanya sebesar itu. Saya yakinkan ke dia bahwa Urusan Haji yang menyampaikan amanat jamaah haji," jelas Nur Samad.
(asy/)











































