ADVERTISEMENT

Wagub DKI soal Kendala Pembangunan Tanggul Laut: Permukiman Padat

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 20 Jun 2022 21:54 WIB
Suasana pembangunan tanggul laut di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa (11/11). Pemprov DKI Jakarta yang berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat telah menyelesaikan pembangunan tanggul laut sepanjang 12,6 kilometer dari target prioritas sepanjang 46 kilometer untuk mengantisipasi banjir rob di pesisir utara ibu kota.
Suasana pembangunan tanggul laut Jakarta pada akhir tahun lalu. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui pihaknya menemukan kendala saat membangun tanggul laut di kawasan pesisir. Salah satu kendalanya ialah banyak warga bermukim di sekitar lokasi.

"Memang hambatannya warga sendiri, umumnya ada di sekitar pemukiman padat warga, tetapi akan kita upayakan dan disosialisasikan memberi tahu kepada warga bahwa banjir rob itu berbahaya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/6/2022) malam.

Riza menuturkan Pemprov DKI bakal memenuhi kewajibannya dalam membangun tanggul. Nantinya, warga yang rumahnya terdampak pembangunan tanggul bakal direlokasi.

"Memang pada akhirnya jika tanggulnya yang mengenai rumah warga, salah satunya ya direlokasi warganya sendiri," ujarnya.

Riza menyadari ancaman banjir rob bakal terus menghantui kawasan pesisir Jakarta. Selain faktor perubahan iklim, banjir rob disebabkan oleh pergerakan bulan.

Dia mengatakan Pemprov DKI bersama Kementerian PUPR terus menggencarkan penyelesaian program ini.

"Untuk terus memastikan program-program pencegahan dan pengendalian banjir rob itu bisa kita atasi, itu masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama," tandasnya.

"DKI kan bekerja sama dengan SDA dan PUPR, sudah dibagi tugasnya masing-masing," tambahnya.

Progres Pembangunan Tanggul Laut

Sebagaimana diketahui, total pembangunan tanggul pantai saat ini mencapai 12,6 km. Nantinya, tanggul pantai raksasa akan dibangun sepanjang 130 km dari Kamal Muara sampai Kali Blencong. Dari target ratusan kilometer, akan diprioritaskan 46 kilometer di titik-titik kritis rawan banjir rob.

"Dari sepanjang itu prioritas utama ada di 46 km dulu. Dari 46 km, di titik-titik yang cukup kritis. Kita baru menyelesaikan 12,6 km. Sisanya 33 km akan dikerjakan PUPR kurang lebih 11 km dan Pemprov 22 km," kata Wagub DKI Riza Patria usai meninjau progres pembangunan di salah satu titik proyek NCICD di Kali Adem, Pluit, pada Minggu (26/6) lalu.

(taa/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT