Titik Tetap Dipaksakan Jadi Host PD, Datanglah Antipati

Titik Tetap Dipaksakan Jadi Host PD, Datanglah Antipati

- detikNews
Minggu, 11 Jun 2006 16:13 WIB
Jakarta - Kehadiran Titik Soeharto sebagai host Piala Dunia (PD) 2006, jangan diharap akan mendatangkan simpati bagi keluarga Cendana. Bila Titik tetap dipertahankan, maka yang datang justru antipati, karena kehadirannya terlalu dipaksakan. Demikian pendapat peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA saat berbincang-bincang dengan detikcom terkait munculnya Titik sebagai host PD 2006 diSCTV. "Penampilan Mbak Titik blunder. Secepatnya di-cut saja daripada semakin banyak penonton Piala Dunia merasa terganggu. Ini kesalahan marketing," saran Denny.LSI telah melakukan survei terkait popularitas keluarga Cendana. Hasilnya, popularitas keluarga Soeharto dapat didongkrak apabila memfokuskan ke bidang sosial saja. Sekitar 40% responden menyatakan Mbak Tutut atau Mbak Titik berkompeten menjadi orang yang kerjanya bagi-bagi bantuan alias sosial. 20% Responden menjawab keluarga Cendana sebaiknya comeback di bisnis dan 5% menjawab cocok ke panggung politik. Menurut Denny, bila Mbak Titik tetap dipaksakan tampil sebagai host PD, maka akan berefek negatif pada keluarga Cendana, khususnya Pak Harto dan Mbak Titik sendiri. Seharusnya, bila keluarga Cendana ingin mendapat simpati, maka Mbak Titik ditampilkan sesuai kompetensinya. "Ini acara spektakuler dinanti empat tahun. Mbak Titik seolah dipaksakan, masyarakat jadi antipati," ujar dia. "Bukan karena anak Pak Harto, tapi ia buruk dalam penguasaan teknik Sepakbola, juga tak menguasai teknik presenter," keluh dia. Menurut dia, alasan SCTV memilih Mbak Titik sebagai perwakilan ibu rumah tangga penyuka Sepakbola bisa diterima. Tapi sebaiknya, Mbak Titik dibantu minimal tiga bulan untuk memahami sepakbola lebih jauh dan dilatih bagaimana bisa luwes on camera. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads